Brigjend Pol Dadang Hartanto : Hanya 4 Jam, Pembunuh Khusnul Nasution Berhasil Kami Ringkus

Brigjend Pol Dadang Hartanto : Hanya 4 Jam, Pembunuh Khusnul Nasution Berhasil Kami Ringkus
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN AREA– Hanya empat jam saja, satu dari dua orang pelaku penganiayaan yang mengakibatkan Khusnul Nasution (47) warga dusun 15 Bandar Klippa meninggal dunia akibat 2 luka tikaman senjata tajam berhasil di ringkus unit Reskrim Polsek Medan Area dari rumah orang tua angkatnya di Jalan Sekip, Kabupaten Lubuk Pakam. Kamis ( 26/12/2019) jam 20:00 WIB.

Kapolrestabes Medan, Brigjend Pol Dadang Hartanto pimpin konfrensi pers

Hal ini dikatakan Kapolrestabes Medan, Brigjend Pol Dadang Hartanto didampingi oleh Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Eko Hartanto, Kapoksek Medan Area, Kompol Faidir Chaniago dan Kanit Reskrim Polsek Medan Area, Iptu A.L.P Tambunan saat menggelar konferensi pers di lobby utama Polrestabes Medan. Jumat (27/12/2019) Jam 16:00 WIB.

“Jadi kejadiannya berawal saat korban baru pulang menarik angkot Khikma dan memarkirkan angkutnya di Jalan Rawa Cangguk, pada saat itu korban bertemu dengan Teddy Chaniago, dan selanjutnya keduanyapun berniat membeli narkotika jenis sabu-sabu seharga Rp 50.000, namun uang keduanya hanya terkumpul Rp.16.000. di saat itu datang Wanda Chaniago yang tak lain Adalah Abang kandung Teddy Chaniago yang bertempat tinggal di Jalan Rawa Cangguk Gang Arab, Selanjutnya keduanya pun mengutarakan maksudnya untuk membeli sabu dengan cara berpatungan dan menyerahkan uang yang mereka kumpulkan pada korban. Setelah menerima uang, korbanpun langsung pergi dengan maksud untuk membeli sabu, namun setelah sekian lama, korban tak juga muncul hingga akhirnya korban bertemu dengan Wanda Chaniago, keduanya pun terlibat cekcok mulut. Selanjutnya Wanda dan Teddypun meminta kepada korban agar uang milik mereka di kembalikan, akan tetapi malah korban menampar pipi Wanda, hal ini menjadi penyebab awal pertengkaran,” ucap Brigjend Pol Dadang Hartanto.

Lanjut jenderal berbintang satu ini lagi, setelah cekcok akhirnya tesangka Wanda pulang ke rumahnya dan mengambil sebilah pisau lipat dan kembali lagi mencari korban.

“Selanjutnya antara korban dan Wanda Chaniago dibantu adiknya Teddy Chaniago terlibat perkelahian tak seimbang, korban yang pada saat itu dalam keadaan mabuk minuman keras terdesak dan memilih lari kedalam gang Khadijah, disanalah korban di tikam oleh Wanda Chaniago sebanyak dua kali. Setelah melihat korban berlumuran darah, kedua tersangka melarikan diri sedangkan korban yang sudah berlumuran darah terkena tikaman senjata tajam oleh tersangka, dibawa warga ke rumah sakit Muhamadiyah Jalan Denai, namun sayang nyawanya tak tertolong,” jelas Dadang.

Polsek Medan Area yang menerima laporan pengaduan masyarakat bahwa ada seorang pria tewas karena di tikam, langsung menuju rumah sakit Muhamadiyah untuk mengecek kebenaran Peristiwa dan mencari keterangan saksi-saksi.

“Dari olah TKP dan keterangan saksi-saksi, diketahui lah nama pelaku yang tak lain adalah Wanda Chaniago dan Teddy Chaniago. Selanjutnya tepat pukul 20:30 WIB diketahui bahwa Wanda Chaniago sedang berada di Jalan Juanda, kemudian petugas dibawah pimpinan Kapolsek Medan Area dan Kanit Reskrimnya langsung menuju Jalan Juanda, namun sayang, Wanda telah melarikan diri ke arah kota Lubuk Pakam. Selanjutnya dilakukan pengejaran terhadap tersangka dan akhirnya Polisi berhasil meringkus Wanda dari dalam rumah orang tua angkatnya di jalan Sekip Gang Sempurna kabupaten Lubuk Pakam pada Jam 24:00 WIB, Saat di intrograsi Wanda Chaniago mengakui perbuatannya telah melakukan penikaman terhadap korban karena merasa tersinggung pada korban yang menampar pipinya karena ia tak menambahi uang untuk membeli sabu-sabu,” pungkas Brigjed Pol Dadang Hartanto. ( MR/Suriyanto/Red )

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.