Terkait Kasus Jambret dan Kematian Pelakunya, Kapolsek Deli Tua dan Kanit Reskrim Saling Tolak
METRORAKYAT.COM, DELI TUA – Terkait kasus Penjambretan yang menimpa seorang wanita bernama Rizky Ardila Putri (28) warga Pasar 5 Tanjung Morawa pada tanggal(16/11/3019) Jam 01:00 WIB di Jalan Setia Budi dekat Simpang Selayang yang mana pelakunya bernama Rizky Ananda (19), pria yang lahir di Kaban Jahe pada tanggal 19/9/2000 yang tinggal di kawasan Padang Bulan, dikabarkan telah meninggal pada pagi harinya di RS Bhayangkara Polda Sumut, yang mana sebelumnya sempat dirawat di RS Sembiring Deli Tua.
Kapolsek Deli Tua, AKP Dolly Nainggolan dan Kanit Reskrimnya Iptu Idem Sitepu terkesan tolak-tolakan dan buang badan saat awak media berusaha untuk kepentingan pemberitaan yang baik dan benar dengan mengkonfirmasi langsung para petinggi Polsek Deli Tua (16/11 ) jam 19:26 WIB, Namun setelah berupaya semaksimal mungkin, baik secara datang langsung maupun melalui sambungan telepon dan WhatsApp, awak media tak berhasil mendapatkan keterangan resmi, baik dari Kanit Reskrim maupun Kapolsek.

AKP Dolly Nainggolan ketika ditelpon dari halaman Apel Mapolsek Deli Tua tak mau mengangkat telp, namun melalui pesan WhatsApp ia mengatakan ” ke Kanit saja ya, bilang sudah izin dari saya” demikian isi pesan WhatsApp dari Dolly.
Sementara Kanit Reskrim Polsek Deli Tua, Iptu Idem Sitepu sebelum di telpon oleh awak media, sempat dikirimi sreenshoot percakapan antara awak media dengan kapolsek akhirnya menjawab telp.
“Ke Kapolsek aja ya bang”jawabnya Singkat sambil menutup telp.
Sikap keduanya mengundang banyak pertanyaan ditambah lagi dengan sikap beberapa orang rekan media yang berpos di sana yang mencoba menjembatani dan membuka komunikasi dengan awak media ini.
“Bang, si Mahendra ( penyidik ) pingin ketemu Abang, kapan kira-kira abang bisa,” ucap rekan media berinisial JK
Awak media inipun menjanjikan untuk bertemu dengan Mahendra pada hari Jum’at ini (22/11) namun untuk waktu belum ditentukan.
Informasi yang beredar dalam lingkungan wartawan PAMINAL POLRESTABES Medan telah melakukan pemeriksaan pada beberapa orang anggota di Polsek Deli Tua tak lama setelah kabar kematian pelaku penjambretan bernama Rizky Ananda beredar.
Sebelumnya telah diberitakan dengan judul ” Dijambret, Diantar mobil Sabhara ke Polsek Deli Tua Untuk Buat LP, Putri Malah Dimarahin Penyidik”.
Rizky Ardila Putri (28) warga pasar 5 Gang Pringgan Tanjung Morawa, menangis tersedu-sedu di Polsek Deli Tua, pasalnya ia telah menjadi korban penjambretan, namun sayang, saat tiba di Polsek Deli Tua ia malah di marahin oleh penyidik berinisial MH. Sabtu ( 16/11/2019) Jam 01:00 WIB
“Waktu itu aku lagi berdiri di tepi jalan Setia Budi ( Simpang Selayang ), tiba-tiba datang seorang pria mengendarai sepeda motor warna merah yang menghampiriku, kupikir mau numpang bertanya, namun pria itu tiba-tiba merampas tas sandangku, aku teriak” jambret…. jambret” saat itu ada beberapa pengguna jalan yang mendengar teriakan aku bang….yang langsung mengejar pelaku yang kabur ke arah simpang Selayang. Tapi pas disimpang itulah pelaku terjatuh dari sepeda motornya karena nabrak mobil pickup, melihat pelaku jatuh, warga langsung beramai-ramai menangkapnya,” ucap Putri sambil menangis tersedu.
Lanjutnya lagi, setelah ditangkap dan dihajar warga, berselang beberapa lama seorang perwira Polisi berpangkat AKP bersama mobil patroli Sabhara langsung membawa aku dan pelaku ke Polsek Deli Tua.
“Saat mau buat laporan itu aku dimarahin seorang Polisi bernama Mahendra karena tak membawa saksi kejadian.
“Aku udah coba menjelaskan duduk permasalahanya namun si Mahendra itu ngak perduli malah memilih memukuli pelaku di depan mataku sambil berkata ” Kalau tak ada saksi pulang aja kau” gitu katanya bang, takut kali aku bang, masak didepan ku dipukulinya si pelaku. Padahal aku datang ke Polsek Deli Tua kan diantar mobil Patroli Sabhara,” jelas Korban.
Namun beredar kabar, pelaku yang diketahui bernama Risky Ananda (19) yang lahir di Kaban Jahe pada tanggal 19/9/2000 yang tinggal di kawasan Padang Bulan, namun orang tuanya tinggal di Desa Sialang, Bangun Purba dikabarkan telah meninggal dunia di RS Bhayangkara Polda Sumut.
Kapolsek Deli Tua, AKP Dolly Nainggolan ketika dikonfirmasi melalui telepon dan WhatsApp tampaknya enggan menjawab telepon dan WhatsApp dari wartawan. ( MR/Suriyanto/Red )
