Permasalahan Penyakit Cholera Babi Bukan Hanya Terjadi Di Tapanuli Utara

Permasalahan Penyakit Cholera Babi Bukan Hanya Terjadi Di Tapanuli Utara
Bagikan

METRORAKYAT.COM, TAPUT – Permasalahan penyakit Hog cholera yang menyerang ternak babi saat ini bukan hanya terjadi di Kabupaten Tapanuli Utara, penyakit Hog Kolera itu juga terjadi di berbagai daerah. Hal itu terbukti Viral di YouTube yang diunggah belum lama ini dengan judul (Viral Babi Di Kubur Hidup” Karena Membawa VIRUS). Untuk itu kita sebagai masyarakat Tapanuli Utara jangan saling menyalahkan. Hal itu dikatakan Firman Nababan Masyarakat Tapanuli Utara kepada Metro Rakyat Jumat (1/11) 2019 Sore.

Sebagai masyarakat kita tidak boleh saling menyalahkan jangan kita salahkan pihak Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Taput, kIta salahkan Dokter hewan Tapanuli Utara, kita salahkan pedagang pakan ternak babi Tapanuli Utara. Kata Firman

Lanjut Firman Untuk itu saran saya kita sebagai masyarakat mari kita duduk bersama dan diskusi di setiap Desa, Kelurahan dan Kecamatan masing-masing bila pertenakan babi kita mengalami penyakit Hog Kolera pasti Dinas terkait akan sigap hadir memberikan arahan dan masukan dalam menuntaskan masalah tersebut. Pungkas Firman Nababan.

Dihari yang sama beberapa saat kemudian Metro Rakyat Tapanuli Utara meminta komentar SEY Pasaribu Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Taput terkait Hog cholera yang menyerang ternak babi tersebut.

Sey Pasaribu menerangkan dalam rangka penanggulangan dan pencegahan wabah Hog cholera yang menyerang ternak Babi Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Utara Rutin memberikan faksin kepada ternak Babi yang ada di Tapanuli Utara.Kata SEY Pasaribu .

Disamping itu kita saat ini giat melaksanakan pengobatan terhadap ternak yang tertular, mengedukasi masyarakat agar mampu memvaksin sendiri ternaknya Ujar SEY Pasaribu.

Lanjut SEY dengan menginformasikan ternak yang terserang Hog Cholera aman dikonsumsi manusia (Hog cholera hanya menyerang ternak Babi). “Aman untuk dikonsumsi dan tidak menular ke manusia tapi harus dimasak dengan matang,” tambahnya.

Karena penyebarannya masive, SEY mengatakan akan segera melatih seluruh PPL bagaimana cara melakukan vaksinasi. “PPL dapat digerakkan untuk melaksanakan vaksinasi massal mengacu terbatasnya petugas peternakan hanya 26 orang,” kata dia.

Kepada Camat yang ada di Tapanuli Utara , SEY berharap perannya memantau para penjual daging di wilayahnya (secara khusus yang memasukkan Babi dari luar daerah Taput).

“Kita juga meminta pedagang agar tidak menjual daging babi yang sudah tertular dan sebelum dipotong terlebih dahulu dicheck oleh petugas peternakan,” kata SEY seraya meminta Kades bersama PPL mendata seluruh ternak Babi di wilayahnya agar divaksin.(mr/MARUDUT NABABAN)

PHOTO: Ternak Babi terlihat sehat di Kecamatan Siborongborong Kabupaten Tapanuli Utara.(PHOTO/ MARUDUT NABABAN )

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.