Danau Toba Bagaikan Anak Ayam Mati Kelaparan di Lumbung Padi
Opini Oleh :Ricardo Hutabarat
METRORAKYAT.COM, Danau Toba yang mempunyai luas 100 Km, lebar 30 Km dan mempunyai 7 Kabupaten ini membuktikan bahwa Danau Toba sangat luas dan ternyata KDT(Kawasan Danau Toba) mempunyai SDA(Sumber Daya Alam) yang kaya raya.
Dahulu kala suku Batak berlomba-lomba ingin merantau keluar dari KDT dan ingin merubah hidup nya menjadi lebih baik dikarena lahan yang tandus berbatuan dan berkembang nya populasi. banyak yang berhasil mengubah hidupnya di perantauan menjadi lebih baik dan banyak pula yg tidak berhasil.
menurut data BPS(update terakhir agustus 2018) persentase kemiskinan se-Kawasan Danau Toba, di kab Samosir 14,72 %, Taput 11,35%, Simalungun 10,65%, Tobasa 10,19%, Karo 9,97%, Humbahas 9,87%, dan Dairi 8,87%.
hal ini mengindikasikan bahwa rata-rata penduduk miskin semakin mendekati gatis kemiskinan.
Tentunya ada pepatah Batak yang mengatakan”Dang uasan halak di toruni sampuran”(terjemahan bebas: Tidak akan kehausan orang didekat air terjun.) hal ini dikatakan orang yang berada di tengah-tengah tempat yang makmur tidak akan kelaparan/miskin.
Namun angka kemiskinan masih sangat tinggi di KDT,tutur Ricardo Hutabarat pemerhati muda Danau Toba yang sudah melanglang buana di berbagai dunia.
Perkembangan kawasan Danau Toba sangat lambat dari dahulu sampai sekarang tentunya
hal ini sangat disayangkan, Zaman modern sekarang ini baru lah diketahui bahwasanya Danau Toba mempunyai Alam yang sangat kaya baik dari segi pertanian, perairan, perikanan, perhutanan dan Pariwisata. Semua ada di kawasan danau toba.!!
hal ini dibuktikan dengan adanya Perusahaan-perusahaan besar di KDT yg menghasilkan keuntungan Ratusan Miliar tiap tahun nya. Misalnya salah satu Perusahaan besar di KDT mampu membayar Pajak APU Annual fee pada Tahun 2018 sebesar 554 Miliar, berapa lagi keuntungan bersih buat Perusahaan tersebut,? di tambah lagi dengan Perusahaan besar lain nya. apakah wajar masyarakat di KDT masih banyak yang hidup dalam garis kemiskinan?
Perusahaan -Perusahaan besar di KDT hanya memberikan sumbangan pada masyarakat tetapi tidak mampu membuat suatu industri kecil menengah agar makin banyak nya masyarakat dapat di perkerjakan.kemudian di “duga” ada perusahaan yang tidak ramah lingkungan hidup ikut mengotori air Danau Toba dan merusak hutan kawasan Danau Toba.
Semua keuntungan itu di ambil dari Alam Danau Toba.Alam Danau Toba telah memberikan segalanya untuk mensejahterakan masyarakat nya. bukan untuk mensejahterahkan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dengan merampas hak masyarakat untuk menjadi sejahtera.
jadi sudah sepantas nya lah Masyarakat di KDT hidup sejahtera dengan kekayaan Alam Danau Toba yang di miliki.
Semua yang diberikan oleh Alam Danau Toba sejahterakan lah masyarakat nya agar Alam Danau Toba dapat bersahabat dengan kita semua dan Danau Toba menjadi Danau yang mensejahterakan masyarakatnya.(mr/Marudut Nababan)
