Surat Terbuka Untuk Bapak Presiden, OAP Kecewa Atas Klaim Bahlil Lahadalia Sebagai Orang Papua

Surat Terbuka Untuk Bapak Presiden, OAP Kecewa Atas Klaim Bahlil Lahadalia Sebagai  Orang Papua
Bagikan

METRORAKYAT.COM, PAPUA BARAT – Selamat siang Bapak Presiden, selaku Relawan Pemenangan di provinsi Papua Barat, kami sangat mengapresiasi Bapak dalam menempatkan para menteri yg akan bekerja demi kemajuan Tanah Air tercinta.

Beberapa waktu lalu Bapak menyatakan akan ada menteri dari Papua. Dan kami selaku relawan beserta seluruh masyarakat Papua menyambut gembira hal ini, dimana sejak era presiden Gus Dur, Bu Megawati, Pak SBY sampai pada periode pertama Pak Jokowi selalu ada perwakilan orang Papua di kabinet. Dan kami sambut ini sebagai sebuah penghargaan bagi Papua. Ini adalah bukti bahwa Negara memahami kehendak orang Papua untuk turut berkarya sebagai Menteri bagi Tanah Air tercinta, Indonesia.

Sontak dalam pelantikan kabinet kemarin, semua kecewa dan bertanya2 mengapa tidak ada orang asli Papua. Untuk diketahui, sesuai UU Otsus, orang asli Papua (OAP) adalah orang asli Papua dari rumpun Melanesia.

Kemudian muncullah Bahlil yg mengatakan dia orang Papua. Beragam komentar kecewa dilontarkan publik Papua. Kami memahami itu, orang Papua kecewa atas klaim Bahlil.

Setelah ditelusuri ternyata Bahlil ayahnya orang Sulawesi dan ibunya dari Maluku, Bahlil sendiri lahir di Banda Maluku. Clear, tdk ada sedikitpun darah Papua mengalir dalam dirinya. Mengapa Bahlil bisa katakan ayahnya dari Fakfak Papua Barat, kenapa Bahlil menyangkal realitas bahwa ayahnya dari Sulawesi Tenggara?, kenapa demi sebuah jabatan Bahlil bisa dengan mudahnya menyangkal asal usul orang tuanya??

Lalu Bahlil dengan bangganya nyatakan dia Orang Papua, dari mana itu rumusnya?? Kenapa Bahlil klaim sesuatu tanpa fakta hanya untuk sebuah jabatan?? Apakah klaim sebagai orang Papua ini untuk mendapatkan jabatan di Kabinet??. Mengapa harus ambil jatah orang Papua? Ini sangat menyakitkan.

Bapak Presiden, sebagai relawan yang mendukung Bapak, kami sampaikan ini karena masyarakat Papua cenderung terganggu atas klaim Bahlil, seakan orang Papua tidak bisa memimpin sebuah kementerian sehingga harus orang lain yang mengklaim diri. Simpati masyarakat Papua tiba-tiba tergantikan dengan kekecewaan.

Kami takut issu ketiadaan putra putri asli Papua di kabinet akan dipersepsikan macam macam, apalagi dengan kondisi sosial politik di Tanah Papua yang fluktuatif.

Bapak Presiden, bagaimana caranya orang yg membantu Bapak biSa berbohong bahwa dia OAP?, Bukankah seorang yg menjadi pejabat publik harusnya terjaga integritas nya?? Apalagi ini jabatan setingkat menteri.

Kebohongan ini membuat kami menantang Bahlil sumpah adat, agar publik tahu bahwa dia yang mengaku dan mengklaim diri sebagai Orang Asli Papua dan bukan Bapak Presiden yg disalahkan krn tdk akomodir putra asli Papua.
Karena orang Fakfak adalah suku Mbaham Matta dan Bahlil bukan suku Mbaham Matta.

Kami berharap Bapak Presiden segera meminta Bahlil minta maaf atas klaim ini. Karena Bahlil sdh bisa dipastikan bukan OAP dan ini jika dibiarkan akan sangat menyakitkan bagi OAP. Klaim Bahlil Ini menyakitkan kami ditengah melimpahnya SDM asli Papua.

Kami mohon saudara Bahlil meminta maaf atas klaim sebagi orang asli Papua. Publik Papua tdk melarang Bahlil menjadi Kepala BKPM, tapi jangan mengatasnamakan Papua utk meraih jabatan itu karena sudah banyak jabatan politik yang diambil orang luar di Tanah Papua. Lihat saja anggota DPRD provinsi kabupaten dan kota di Tanah Papua yang sudah minoritas OAP.

Orang Papua makin tersingkir dari tanah nya sendiri. Menyakitkan memang, Semua jabatan mau diambil orang luar di Tanah Papua, lalu Orang Asli Papua mau dikemanakan???, Bahlil silahkan jabat Kepala BKPM dari unsur profesional dan mengakui saja bukan asli Papua.

Kondisi ini akan memudahkan Bapak Presiden untuk segera mencari orang asli Papua sesuai yg sudah Bapak Presiden sampaikan bahwa akan ada orang Papua jadi Menteri.

Kami tahu Bapak Presiden sangat mencintai Tanah Papua dan kami yakin Bapak Presiden akan mendengar jeritan hati orang Papua.

Atas nama Kordinator umum provinsi Papua barat dan orang asli Papua, saya “Vinsen Kocu, yang pernah berkulia di negeri mbaham matta kabupaten Fakfak mengucapkan banyak Terimakasih.”(mr/Jefri)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.