Kepsek SMA Negeri 1 Pematang Bandar Jarang Ngantor: Kantor Cabang Dinas Pendidikan Siantar Beri Tanggapan

Kepsek SMA Negeri 1 Pematang Bandar Jarang Ngantor: Kantor Cabang Dinas Pendidikan Siantar Beri Tanggapan
Bagikan

METRORAKYAT.COM, PEMATANG SIANTAR – Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan Siantar Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara Darwin Erikson Purba melalui kepala seksi SMA Hamonangan Aruan, S.Pd memberi tanggapannya terkait pemberitaan yang menyoroti tentang kinerja kepala sekolah SMA Negeri 1 Pematang Bandar kabupaten Simalungun Hardono Purba yang dinilai buruk oleh orang tua siswa karena jarang ngantor dan diduga tidak becus dalam memimpin sekolah tersebut.

Foto : Homonangan Aruan saat bertemu kepsek Hardono Purba di dampingi ketia komite sekolah.(metrorakyat.com/mbps)

Hamonangan Aruan, S.Pd yang ditemui di ruangannya di Jalan Pdt. Wismar Saragih kota Pematangsiantar pada Rabu (18/9/2019) sekira pukul 10.30 Wib menyebut kalau dirinya telah datang dan terjun langsung mendatangi guna mengklarifikasi terkait permasalahan yang ada di sekolah tersebut pada Selasa (17/9/2019).

Aruan menerangkan telah mendatangi dan ketemu langsung dengan kepala sekolah juga memanggil ketua komite dan sekretarisnya untuk mengklarifikasi semuanya.

Terkait kehadiran kepala sekolah yang jarang ngantor juga dipertanyakan, disitu kepala sekolah menjawab kalau dirinya hampir tiap hari hadir ke sekolah.

“Ya untuk Tahun ajaran ini saya minimal dalam seminggu 4 (empat) hari saya hadirnya pak. Kalau sebelum-sebelumnya memang saya akui saya jarang hadir, namun Hardono Purba tidak bisa menjelaskan ketidak hadirannya yang dua harinya lagi kemana.

Demikian juga terkait masalah atribut yang meliputi topi, nama, bendera dan lokasi sekolah yang sudah lebih dari satu tahun belum dibagikan, sesuai keterangan Hartono kepada Kasi SMA Hamonangan Aruan, kalau topi sudah ada nya pak. Cuma belum dibagikan. Untuk atribut lainnya akan saya beresi dan lengkapi dalam waktu 3 (tiga) minggu ke depan. Karena untuk urusan atribut saya lupa pak. Apa itu ikut apa gak dari uang yang Rp. 190 ribu itu jelas Hardono membela diri dihadapan Hamonangan Aruan dan Ketua komite.

Lebih lanjut Aruan menyebut, selain bertemu dengan kepsek dan ketua komite sekolah, secara diam-diam dia juga mengumpulkan 3 (tiga) orang siswa mulai dari kelas X, XI dan XII di satu ruangan. Disitu kita tanyai mereka tanpa ada guru yang mendampingi. Kita mempertanyakan seputar kehadiran kepala sekolah dan juga masalah atribut. Dari keterangan siswa kita peroleh informasi kalau atribut selain baju training memang tidak ada dibagikan. Masalah kehadiran kepsek sebagian mengaku hampir tiap hari melihat kepsek dan yang lainnya bilang jarang lihat kepsek. Selain permasalahan diatas mereka juga mengeluh tidak adanya ruang laboratorium untuk praktek IPA dan masih kekurangan buku pelajaran.

Saat dipertanyakan sanksi apa yang sudah diterapkan oleh kantor cabang dinas Siantar terkait kinerja Hardono Purba yang dianggap buruk dan tidak optimal dalam memimpin sekolah SMA Negeri 1 Pematang Bandar, Aruan menyebut kita sudah menyurati Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara di Medan dan melaporkan masalah ini. Sebab disini kita bukan pengambil keputusan.

“Kita hanya bisa menegur dan mengingatkan supaya kinerjanya diperbaiki dan hal serupa jangan terulang lagi ke depannya. Biar Disdik Provsu nanti yang memutuskan,” sebut Hamonangan Aruan mengakhiri. ( MR/MBPS)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.