Agustus 2019 Inflasi 0,27%, Sumut dan Nasional Lebih Rendah
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Dua kota di Sumatera Utara (Sumut) mengalami inflasi yakni Medan 0,27 persen dan Padang Sidempuan 0,20 %. Untuk dua kota lagi mengalami deflasi Sibolga 0,58% serta Pematang Siantar 0,40%.
Hal ini di jelaskan kepala seksi Statistik Harga Konsumen Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Hafsyah Aprila kepada wartwan di kantornya Jln Asrama, Medan, Selasa (10/9).
Katanya, pada Agustus 2019 lalu, gabungan empat kota indeks harga konsumen (IHK) di Sumut mengalami inflasi sebesar 0,18%. Dimana dari empat kota itu dua diantaranya mengalami inflasi dan dua lagi deflasi.
Inflasi terjadi lantaran adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks sebagian besar kelompok pengeluaran. Secara umum, papar Hafsyah lagi, penyebab inflasi dengan adanya kenaikan harga oleh sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau senilai 0,26%, perumahan, air, listrik, gas, serta bahan bakar sebesar 0,23%, sandang 0,88%, kesehatan 0,59%, pendidikan, rekreasi, olahraga1,21%.
Sementara pengeluaran mengalami penurunan indeks, kelompok bahan makanan 0,19%, transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,55%.
Selanjutnya diantara kelompok bahan makanan 1,09%, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,06%, sandang 80%, kesehatan 0,02%, pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,59% sebutnya. Untuk kelompok yang mengalami penurunan indeks, perumahan, air, listrik, gas da transpotasi, komunikasi termasuk jasa keuangan 0,55%.
“Adapun komoditas utama terbanyak penyumbang inflasi di bulan Agustus 2019 di Medan diantaranya cabai merah, uang sekolah, tongkol atau ambu’ambu”, ungkap nya.
Sementara catatan BPS di Jakarta untuk Agustus 2019 terjadi inflasi 0,12%. Inflasi ini lebih rendah bila banding di bulan Juli 2019 mencapai 0,31%, sebut kepala BPS Suharyanto di Jakarta.
Dia jelaskannya, rendahnya inflasi karena banyak komoditas yang mengalami penurunan harga serta banyak deflasi. Berdasarkan catatan BPS ada 82 kota, hanya 44 mengalami inflasi sisanya 38 kota deflasi.
Tertinggi inflasi Kudus 0,82% terendah Tasikmalaya, Madiun dan pare-pare masing -masing 0,04 %. Deflasi tertinggi Bau-bau 2,10% dan terendah Tegal, Palopo, katanya mengakhiri. (MR/JB Rumapea)

