Terkait Dugaan Dana Paskibraka Disunat, Ini Klarifikasi Dari Kabid Pemuda Olah Raga dan Pariwisata Kota Langsa

Terkait Dugaan Dana Paskibraka Disunat, Ini Klarifikasi Dari Kabid Pemuda Olah Raga dan Pariwisata Kota Langsa
Bagikan

METRORAKYAT.COM, LANGSA – Terkait pemberitaan tentang dana Paskibraka Kota Langsa tahun 2019 yang di terbitkan oleh Media Metrorakyat.com, diduga di sunat oleh Kepala Bidang Pemuda Olah Raga dan Pariwisata, akhirnya Jafaruddin yang merupakan Kabid Pemuda Olah Raga dan Pariwisata melakukan klarifikasi tentang isi berita tersebut, Jum’at (30/8/19).

Dalam klarifikasinya menyangkut yang pertama tentang anggaran Rp 60 juta untuk dana konsumsi, adapun dana tersebut bukan hanya di gunakan untuk konsumsi pada saat pelatihan Paskibraka selama dua bulan lebih, namun dana itu juga di gunakan mulai sejak awal pelatihan anggota Paskibraka sampai pengukuhan dan Karantina selama dua hari di hotel menjelang HUT RI. “Semua itu termasuk kita keluarkan untuk konsumsi makan dan minum anggota Paskibraka dan Pelatih,” ucap Jafaruddin.

Kemudian lagi, tentang dana anggota yang gugur pada saat seleksi sebanyak 300 orang anggarannya Rp.15.000.000, adapun dana tersebut memang ada dan tidak di berikan kepada anggota yang gugur. Namun dana tersebut di kembalikan lagi ke Kas Negara.

“Mengenai pakaian seragam anggota Paskibraka yang di katakan oleh wali murid Paskibraka kurang bagus, itu tidak benar karena baju seragam anggota Paskibraka itu sudah bagus dan sudah sesuai dengan dana yang di anggarkan dan tidak ada di Aceh harus di beli di luar Aceh yaitu di bandung kita pesan. Jadi kita enggak main – main dengan seragam anggota Paskibraka,”terangnya.

Lanjut Kabid tersebut lagi, menyangkut dengan pemotongan atau yang di katakan ada di “sunat”, Jafaruddin selaku Kabid Pemuda Olah Raga dan Pariwisata Kota Langsa mengatakan itu tidak benar.

” Saya jelaskan, untuk urusan uang saku bagi para anggota Paskibara, tidak benar ada saya sunat, karena di saat pelatihan anggota Paskibraka, mereka meminta kepada saya seusai acara HUT RI meminta rekreasi. Saya jawab boleh – boleh aja. Namun saya jelaskan lagi tidak ada anggaran untuk rekreasi. Sehingga selesai upacara, saat santai, semua anggota Paskibraka bermusyawarah membicarakan tentang rekreasi,”jelasnya.

Dari musyawarah tersebut, di dapatlah kesepakatan untuk rekreasi ke Berastagi Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara dengan menggunakan dana sendiri.

“Karena tidak ada anggaran sehingga hasil kesepakatan mereka ambil uang saku mereka sendiri untuk pergi berekreasi ke Berastagi Provinsi Sumatera Utara. Jadi kalau di bilang saya selaku Kabid pemuda olah raga dan pariwisata memotong uang saku alias “sunat” uang saku anggota Paskibraka, itu tidak benar dan salah besar,” ucap Jafaruddin, selaku Kabid Pemuda Olah Raga dan Pariwisata kota Langsa tersebut. (MR/DANTON)

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.