Mobil Pengangkut Janjangan Busuk Bebas Melintas Dengan Bak Terbuka Buat Resah Warga, Satlantas Agar Menindak

Mobil Pengangkut Janjangan Busuk Bebas Melintas Dengan Bak Terbuka Buat Resah Warga, Satlantas Agar Menindak
Bagikan

METRORAKYAT.COM, LABUHAN BATU – Warga yang rumahnya berada disepanjang jalan lintas Provinsi tepatnya dijalan Lintas Pangkatan-Negerilama,Kabupaten Labuhanbatu,Sumatera Utara,Meminta kepada Kagatur Lantas Bilah Hilir Supaya Menindak mobil Dump Truck Milik PT Perkebunan Bilah Estate dan PT.Perkebunan Sennah Estate disaat melintas menimbulkan bau busuk.

Dimana,mobil dump truck milik PT.Perkebunan Bilah Estate dan PT.Perkebunan Sennah Estate tersebut melintas dijalan lintas provinsi,tepatnya dijalan Lintas Pangkatan-Negerilama dengan bak terbuka tanpa tertutup terbal bebas melintas mengangkut janjangan sawit busuk sisa pengolahan dari PKS PT.Pangkatan Indonesia yang berada diKecamatan Pangkatan untuk dibawa keperkebunan dikecamatan Bilah Hilir untuk dijadikan kompos tanpa peduli dengan warga karna menimbulkan pencemaran udara dan bau busuk.

Hal itu menjadi ungkapan para warga kepada awak media disalah satu warung kopi di Desa Sennah,salah satunya Pak Sinaga (40) mengatakan mengakui bahwa mobil-mobil dump truck tersebut melintas membawa janjangan sawit busuk sisa pengolahan dari pabrik sehingga menimbulkan bau busuk, Selasa (30/7/2019).

Ada aturan saat melintas di jalan umum atau pun dijalan lintas di saat membawa angkutan, dengan ini mobil-mobil tersebut mengangkut Janjangan sawit busuk dengan bak terbuka akibatnya menimbul ketidak nyaman warga. “Kenapa tidak di tindak polisi lalu lintas, kalau di jalan perkebunan mereka baru suka-sukanya dan kalau bisa polisi lalu lintas menunggu mobil-mobil tersebut melintas disimpang PT.Togos Gopas. Mobil-mobil tersebut melintas pagi hari sekitar pukul 09.00 WIB dan sore hari sekitar Pukul 14.30 WIB.

Pantauan dilapangan memang benar mobil Dump Truck milik perkebunan tersebut masih melintas bebas mengangkut janjangan sawit busuk dengan bak terbuka tanpa ditutupi terpal, Rabu,(31/7/2019).

Dan itu sudah pernah dikonfirmasi pihak PKS PT.Pangkatan dengan Pak Bimo melalui HP seluler pribadinya, dan mengatakan kalau rutinitas tersebut sudah berjalan lima tahun dan baru sekarang dipermasalahkan.

” Itu sudah lima tahun berjalan, kenapa lagi, koq sekarang di permasalah,”ujarnya.

Sambung Bimo, bahan yang dibawa oleh dump truk juga tidak berancun. ” Organik itu dan itu juga bukan limbah, itu dari sawit,”tambah Bimo.

Saat di konfirmasi, Lantas Kagatur Lantas Bilah Hilir, Aiptu Nazaruddin melalui HP seluler pribadinya dan juga saat di WhatsApp, belum merespon sampai berita ini dikirim ke Redaksi Kamis (1/8/2019). (MR/HS)

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.