Gara Gara Takut Direkam, PJ Kades Kuala Indah Malah Tak Mau Komentar Soal Drainase
METRORAKYAT.COM, BATUBARA – Soal Drainase yang asal jadi dan serba kekurangan, Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), Munger (Akrab Disapa Warga) malah seolah buang badan.
Hal itu saat ditanya pihak Media soal kondisi drainase yang compang camping, dan juga bagai ular kenak libas, Sabtu, (03/08/2019).
Saat ditanya, pihak ketua tim pelaksana, mengatakan tidak apa- apa, seolah bagai orang tak berdosa
“Ya kek mana bang, yang penting kan tidak mengurangi fungsi nya,”ucap Munger singkat, Melalui Panggilan Telepon WhatsApp, (03/08/19) 14.45 WIB
Ia seakan kebingungan kalang kabut, saat awak media bertanya kenapa drainase yang dibawah pelaksanaan nya tidak memakai besi.
Tak hanya itu, saat ditanya kembali soal anggaran yang habis sekitar Rp.23.960.000 namun sejatinya yang dianggarkan Rp.35.365.000, pihaknya merasa bingung dan linglung, meminta waktu untuk menjawab.
“Oh gitu ya bang, nantilah ya bang, coba koordinasi aku dulu sama pak Basrah (PJ Kades Kuala Indah),” cetusnya.
Padahal, saat sebelumnya berita diterbitkan, Wartawan coba meminta klarifikasi pada PJ. Kades, namun ia tak mau menjelaskan
“Nanti ajalah ya bang, payah dari telepon ini bang, Abang rekam pulak nanti, Coba lah Abang hubungi pihak TPK nya dulu,”ungkap Basrah, PJ kades Kuala Indah melalui panggilan seluler
Diberitakan sebelumnya, sejumlah tokoh masyarakat kecewa terhadap pembangunan drainase itu, pinta mereka masalah ini harus di usut tuntas
“Harus diusut, bahkan dalam pembangunan tak libatkan masyarakat, harusnya terutama tokoh pemuda dan masyarakat dilibatkan, tapi nyata nya tidak selama kurang lebih 7 Bulan lamanya menjabat,”cetus, Saiful (selaku Warga Dusun 4 pantai)
“Ini membuat kita curiga ada permainan, saat anggaran dilapangan tak sesuai yang di anggarkan, kemana perginya sisa sekitar belasan juta” tanya Sang Warga
Sebelumnya, dijelaskan oleh seorang pekerja dilapangan, bahwa sesungguhnya anggaran yang habis hanya memakan 23 juta-an
“Batu padas 10 motor x 800.000= 8000.000
Semen 100 Sak x 50.000 = 5000.000
Upah langsir 250.000 x 10 motor = 2.500.000
Upah ngorek 20 Ribu per meter x 100 = 2000.000
Upah Pemasangan 5.500.000
Pasir 6 Motor x 160.000 = 960.000, jadi totalnya semua dilapangan dan upah Rp.23.960.000 ,” ungkap Toni, Selaku Pekerja Drainase.
Jelasnya, soal kondisi compang camping seperti itu karena upah tak sesuai kerjaan, alias mencekik
“Tanah nya lanyau, bukan darat jadi sulit lurus, Pembangunan miring seperti ular kenal Libas Karena tak sesuai harga Upah 5 juta 500 an buat tukang menjerit-jerit, cuman cukup buat harian aja,” keluh Toni.
Lanjutnya lagi, upah yang hanya 5.5 juta, itulah semua, termasuk juga di suruh buat tapak tiang listrik, dekat drainase itu,” tuturnya. (MR/AR)
