Diduga Sunat Dana Paskibraka, Wali Murid Minta Penegak Hukum Tangkap Dan Periksa Kabid Pemuda dan Olah Raga Langsa
Gambar : Ilustrasi Paskibraka
METRORAKYAT.COM, LANGSA – Kepala Bidang Pemuda Olah Raga dan Pariwisata Kota Langsa mulai jadi bahan pergunjingan oleh orang tua peserta Paskibraka Tahun 2019 kota Langsa. Sebab, Diduga Kabid tersebut menyunat penggunaan anggaran yang di perlukan bagi para Paskibraka.
Seperti yang diutarakan oleh seorang Wali murid Paskibraka kepada Metrorakyat.com, Kamis (29/8). Wali murid yang minta amanya tidak di tuliskan mengaku, anggaran untuk Paskibraka tahun 2019 yang di peruntukkan oleh Pemerintah Kota Langsa melalui Intansi terkait dalam hal ini dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata sebesar Rp. 300.000.000 Juta lebih diduga banyak di sunat oleh Kepala Bidang Pemuda Olah Raga dan Pariwisata Kota Langsa.
Dimana di dalam pos anggaran tersebut semua telah tercantum jenis kegiatan mulai semenjak seleksi anggota sebanyak 300 orang, sampai yang tersisa 75 orang. Bagi yang sisa atau (gugur), mereka (anggota Paskibraka) mendapatkan uang trasport per orang Rp.50.000. X 300 = Rp.15.000.000. “Itu tidak di berikan kepada anggota yang sudah gugur seleksi,” terangnya.
Sambung Wali murid itu lagi, kemudian di saat latihan anggota Paskibraka selama dua bulan lebih sudah di anggarkan dana sebesar Rp.60 Juta untuk konsumsi. “Namun pada saat latihan anggota Paskibra hanya di berikan Air AQua saja tanpa ada diberikan snack, terpaksa para Paskibra membawa dari rumah,”ucap Wali murid.
Katanya lagi, di dalam pengadaan baju juga terjadi kejanggalan sebab kualitas dan bahan baju seragam yang di berikan kurang bagus dan tipis. Termasuk juga uang saku anggota Paskibraka di duga sudah di potong alias di sunat oleh Kabid Pemuda Olah Raga dan Pariwisata. ” Uang saku untuk anggota Paskibraka perorang Rp.650.000. Namun yang di berikan Rp.450.000. Untuk anggota penggerek bendera uang saku Rp.1.000.000. Namun yang di berikan Rp. 650.000. Dan juga untuk anggota pembawa baki uang sakunya Rp.1.000.000. namun yang di berikan Rp. 650.000. Semuanya di duga di potong alias di sunat oleh Kabid Pemuda Olah Raga dan Pariwisa Kota Langsa. Dan banyak lagi yang diduga kejanggalan di dalam pengunaan dana paskibraka Kota Langsa tahun 2019,”katanya.
Atas dasar itulah akhirnya sejumlah wali murid Paskibraka meminta kepada penegak hukum untuk memeriksa dan bila perlu menangkap Kabid Pemuda Olah Raga dan Pariwisata Kota Langsa sebab di duga telah terindikasi terjadi korupsi terhadap anggaran Paskibraka sesuai dengan Undang – Undang ( UU ) Nomor 28 tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara yang bersih dan bebas dari Korupsi, Kolusi, Nepotisme.
“Undang – Undang (UU) Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan tindak Pidana,”ujar wali murid Paskibraka Kota Langsa itu.
Untuk mendapatkan jawaban tentang hal tersebut Metrorakyat.com, mencoba menjumpai Kabid Pemuda Olah Raga dan Pariwisata Dispora Kota Langsa bernama Jafaruddin.
Kepada Media Jafaruddin mengatakan, anggaran untuk paskibraka Kota Langsa tahun 2019 Rp.300.000.000 lebih namun untuk pengeluaran sudah ada dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).
“Mengenai wali murid Paskibraka yang menanyakan tentang dugaan pemotongan uang saku untuk anggota Paskibraka, uang transpot bagi anggota yang gugur pada saat seleksi dan yang lainya nanti saya tanyakan dulu kepada anggota saya karena saya tidak tau,”kata Jafaruddin
Media pun memberikan waktu dua hari kepada Jafaruddin Kabid pemuda olah raga dan Pariwisata Kota Langsa untuk mempertanyakan dulu kepada anggotanya yang mampu menjawab, tentang dugaan pemotongan uang saku anggota Paskibraka, termasuk hal yang lainnya.
Namun dua hari berlalu kemudian media Rabu (28/8/19) hendak mengkonfirmasi ulang untuk mendapatkan jawaban tentang dugaan pemotongan uang saku anggota Paskibraka, dana konsumsi pada saat pelatihan, uang trasport bagi anggota yang gugur tidak terpilih tidak di berikan dan atas kejanggalan- kejanggalan yang lainya melalui seluler Jafaruddin, Kabid pemuda olah raga dan Pariwisata Kota Langsa dengan arogan menantang pertanyaan wartawan.
“Apa lagi kamu tanyakan soal itu, saya marah sama kamu asik tanyak itu – itu aja,” sambil menutup Handphone nya.
Atas perlakuan Kabid pemuda olah raga dan Pariwisata Kota Langsa yang dianggap tidak senang atas pertanyaan wartawan, menunjukkan bahwa kuat dugaan Kabid tersebut mengetahui banyak terkait penggunaan dana Paskibraka itu dan bisa saja apa yang di ucapkan oleh orangtua Wali Paskibra benar adanya. (MR/DANTON)
