Besi Penyangga Buah Naga Milik Samosir Ditemukan Di Gudang Botot
METRORAKYAT.COM, SIMALUNGUN – Gudang botot penerima barang bekas milik Meme (35l, di Jalan Kampung Jawa Kelurahan Perdagangan III Kecamatan Bandat Kabupaten Simalungun diduga sering menerima atau membeli barang-barang curian.
Hal ini diketahui setelah Eli Samosir (40) salah satu warga Tanah Perjuangan Kelurahan Perdagangan III, dikejutkan saat melihat besi penyangga untuk buah naga miliknya ditemui di gudang botot tersebut.
Sebelumnya Samosir meninjau ladang buah naganya, Kamis (22/8/2019) sangat terkejut melihat besi penyangga pohon naganya hilang sekitar 20 buah.
Melihat kejadian itu, korban spontan mencari siapa pelaku yang sudah mencuri besi miliknya. Dan ia berinisiatif langsung pergi kegudang botot tersebut, guna mencari besi penyangga buah naga miliknya.
Saat ia sampai digudang botot itu, korban terkejut dengan adanya ditemukan 6 buah besi miliknya berada didalam gudang yersebut. Spontan ia langsung menanyakan kepada pemilik gudang ” Siapa yang menjual besi ini kemari kak? ucapnya kepada perempuan digudang tersebut diduga meme pemilik gudang”. ” Tidak tau bang, terang meme”, ” Masa gak tahu kakak, itu kan langganan kakak, masa gak kenal?” Jelas korban. ” Banyak orang bang datang, mana kami kenal,” ucap Meme.
” Ini barang milik saya, dicuri dari ladang, jadi ini gimana ???”. ” Timbanglah bang, bayar baru diambil, ucap pemilik botot diduga sebagai penadah barang curiab. ” Masa barang saya sendiri dicuri, dan kau penampungnya, aku harus bayar”. Sekarang kau tunjukan siapa penjualnya” ucap korban. ” Mana tahu aku, dari mana itu bukti barang abang,??? Ucap penada barang curian ini.
Korban berharap Polres Siamlungun segera menggerebek gudang botot tersebut, sebab diduga gudang ini memiliki sindikat pencuri botot. ” Dan kejadian ini bukan sekali terjadi namun sering kali, barang curian ditemukan digudang ini,”ucap Samosir.
Terpisah hasil keterangan pemilik gudang, menurutnya barang tersebut di belinya sudah empat hari yang lewat. Persoalan ini barang curian ia tidak tahu, karena tengkulak pengepul dari lapangan juga banyak. “Dan yang bukan pengepul atau penjual pribadi juga banyak, jadi dirinya tidak tahu siapa yang jual empat hari yang lewat,” terang Meme lagi. (MR/SS/PP)
