5.810,28 Gram Sabu dan 968 Butir Pil Ekstasi dari 2 Kasus di Musnahkan BNNP Sumut

5.810,28 Gram Sabu dan 968 Butir Pil Ekstasi dari 2 Kasus di Musnahkan BNNP Sumut

METRORAKYAT.COM, SUMUT – Badan narkotika nasional provinsi Sumatera Utara musnahkan barang bukti narkoba jenis sabu seberat 6 kilo gram dan dimusnahkan sebanyak 5.810,28 gram dan pil ekstasi sebanyak 1000 butir dan yang dimusnahkan sebanyak 968 butir pil ekstasi , barang bukti narkoba jenis sabu tersebut disita dari empat orang tersangka yaitu: Yeap Bee Lun ( Malaysia ) berumur 56 tahun warga Jalan Pantai, Kuala Kurau Perak, Ong Choo Peen ( Malaysia ) umur 56 tahun yang beralamat yang sama dengan tersangka Yeap Bee dan Vijay ( Indonesia ) umur 32 tahun warga Jalan TB Simatupang kompleks Pinang Baris Permai Indonesia dan Satya Rai ( Indonesia ) umur 29 tahun warga Jalan Taruma Kampung Kubur Kecamatan Medan Petisah.

Kepala BNNP Sumatera Utara Brigjen pol Atrial menjelaskan saat pemusnahan barang bukti narkoba jenis sabu ini berdasarkan LKN nomor 04/VII/2019/BNNP-SU tanggal 01 Juli 2019 atas nama Yeap Bee Lun CS dengan barang bukti sabu seberat 6 kilo gram.

“Untuk pemusnahan barang bukti narkoba ini berdasarkan LKN nomor 05/IV/2019/BNNP-SU tanggal 30 April 2019 yang merupakan barang bukti narkoba temuan dari TNI AL dari Lanal Tanjung Balai dan surat ketetapan status barang bukti sitaan narkoba dari kejaksaan negeri Serdang Bedagai nomor TAP-126/N.2.29/Ruh.1/VII/2019/Res narkoba dan surat ketetapan status barang bukti sitaan narkotika dari kejaksaan negeri Tanjung Balai Asahan nomor B-2444/N.2.1.5/Ruh.1/06/2019,” ucap Brigjen pol Atrial.

Lanjut Atrial lagi, untuk barang bukti pil ekstasi sebanyak 1000 butir ditemukan oleh Lanal Tanjung Balai yang mana para pelaku sedang dalam proses penyelidikan.

Selanjutnya keseluruhan barang bukti dimusnahakan dengan cara dibakar dengan cara dimasukan kedalam mesin penghancur oleh kepala BNNP Provinsi Sumut, perwakilan dari bea cukai, Kejaksaan, perwakilan dari Direktorat narkoba Polda Sumut dengan disaksikan oleh penasehat hukum tersangka dan para awak media.

Usai pemusnahan barang bukti narkoba di BNNP Sumut diwarnai dengan insiden oknum BNNP Sumut yang saat itu sedang bertugas di bagian pelayanan yang melarang awak media untuk masuk kedalam gedung BNNP Sumut Jalan Williem Iskandar.

“Mau kemana kalian, jangan main masuk aja”ucap oknum BNNP bertubuh tinggi berkulit hitam kepada sekitar 10 orang awak media cetak, TV dan media online yang akan masuk kedalam gedung.

Mendengar ucapan itu salah satu rekan media dari media online ternama berinisial Has langsung menjawab” mau masuk keruang Bu Yuni bang, seperti biasa”ucap Has.

“Egak boleh kalian masuk sembarangan, lapor dulu” ucap oknum BNNP lalu Has menjawab lagi, lho kami kan kesini dalam rangka liputan,

Oknum BNNP pun langsung menghardik para awak media yang hadir dengan perkataan yang kurang enak didengar,” kalau kalian kesini diundang liputan mana undangannya, coba tunjukkan sama saya” mendengar ucapan itu dan untuk menghindari keributan, para awak media langsung pergi meninggalkan gedung BNNP Sumut serta memilih mengkonfirmasi kejadian ini pada Humas BNNP Sumut, bapak Tuangkus Harianja dan Karo Humas BNN RI Brigjen Pol Sulistyo Pudjo melalui pesan WhatsApp.

“Siapa yang melarang wartaman media untuk meliput disana, siapa nama oknumnya, biar akan saya sampaikan pada pimpinan, semua wartawan berhak mendapatkan berita,”ucap Harianja ( 6/8/) sekira jam 13:00 WIB.

Hal senada juga dikatakan jendral berbintang satu Yang menjabat karo Humas dan protokol BNN RI.

“Tak ada pelarangan, hadir saja” pungkas Brigjen pol Sulistyo Pudjo melalui pesan WhatsApp. ( MR/Suriyanto/Red )

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.