Korban Lakalantas Jambret Telepon Genggam masih Alami Masa Kritis di RSUD Pandan

Korban Lakalantas Jambret Telepon Genggam masih Alami Masa Kritis di RSUD Pandan
Bagikan

METRORAKYAT.COM, TAPTENG – Korban pelaku jambret yang berujung Lakalantas Hendra (42) warga Desa Sitio-tio Hilir, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Sumatera Utara (Sumut) yang ditabrak jambret Telepon Genggam pada, Selasa (23/07/19) kemarin di Jalan Matseh Gelar Kesayangan (Kartini), Kelurahan Sibuluan Indah, Kecamatan Pandan, sudah dua Hari terhitung dari kejadian masih berjuang untuk pulih dari Koma akibat musibah yang menimpanya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandan.

Keterangan ini di dapat dari keluarga korban Hendra (korban Lakalantas jambret) Santi (37) adik korban warga Desa Sitio-tio Hilir, Kecamatan Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara Rabu (24/07/19).

“Masi kritis dia bang (Hendra Korban), kondisinya sangat parah lukanya,di juga sudah di ronsen hasilnya juga udah keluar semalam, menurut dari hasil ronsenya dibagian kepalanya parah sebab penturan keras, di sebelah kiri dada korban abang saya itu terjadi penggunpalan darah,”ujar Yanti menuturkan kepada metrorakyat.com dengan raut wajah sedih dan mata memerah meratapi anasip abangnya.

Lanjut Yanti kondisi abangnya bukan makin membaik malah semakin menurun Yanti menuturkan, sampai saat ini kondisi kesehatan abangnya itu (Hendra korban) saat ini semakin parah.

“Sudah makin parah abang tu, sampai sekarang belum sadarkan diri,”jelasnya.

Dilain sisi Yanti adik korban Hendra merasa kesal di sebabkan pelaku yang menabrak Hendra yakni bernama Krismen Roy Durman Silitonga (28) warga Santeong Kampung Batak, Kelurahan Pancuran Gerobak, Kecamatan Sibolga Kota, Kota Sibolga kini sudah keluar dari RSUD Pandan yang sebelumnya satu ruangan sama korban Hendra.

“Tadi malam mereka Sudah keluar dari RSUD Pandan, keluarganya semalam yang membawa sipelaku itu.Kayak enggak ada tanggungjawabnya, kalaulah memang ada niat mereka bertanggungjawab, seharusnya mereka buatlah surat perjanjian, ini malah pigi saja, meninggalkan katapun tidak”ucapnya.

Tidak senang akan hal itu, Yanti adik korban akan menlakukan pelaporan ulang akan kejadian ini kepada Satlantas Polres Tapteng atas kejadian Lakalantas yang menimpa abang kandungnya.

“Ya kami mau buat laporanlah ini dulu, abang kami sudah parah ini, kemarin sudah mau dilaporkan, tapi diminta saksi, nggak tau kami gimana kami ini, orang susahnya kami ini, tolonglah dibantu,”katanya.

Sementara, Juang Lubis (34) yang merupakan kerabat korban (Hendra) menjelaskan bahwa setelah Hendra tertimpa musibah ini keluarga sudah melakukan pelaporan Lakalantas yang terjadi pada, Selasa (23/07/19) kemarin, Dia bersama dengan ibu Hendra yakni Rukiah (61) mendatangi Satlantas Polres Tapteng di Sibolga hendak membuat laporan.

“Sudah ke Satlantas Tapteng kami kemarin (23/07/19), tapi diminta mereka (Polisi) saksi, kami mana taulah itu, kamikan nggak taulah itu, ya pulanglah kami. Tapi hari ini kami coba lagilah buat laporan lagi,”katanya.

Tetapi apa yang terjadi setelah keluarga melakukan laporan ulang ke Satlantas Tapteng, keluarga yang melakukan laporan di tolak.

Joni Anggara (25) yang merupakan adik dari Hendra (korban) menuturkan bahwa setelah ia ke lokasi ditabraknya Hendra tepatnya di depan SMP Negeri 2 Pandan, ada seorang pengemudi becak bermotor bersedia memberikan kesaksian.

“Sudah kesitu aku tadi, ada disitu sudah tua tukang becak, mau dia saksi, tapi nggak mau dia kemana-mana, dimintanya biarlah Polisi yang datang kesitu minta keterangannya, itulah katanya tadi,”tuturnya.

Sementara, Kasat Lantas Polres Tapteng AKP Sopian saat dikonfirmasi melalui Telepon Genggamnya, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menolak pengaduan.

“Sudah diterima kemaren laporanya, itupun akan saya tanya dulu sudah sampai mana, dan siap yang menerima laporanya,” jelas Kasat Satlantas Polres Tapanuli Tengah melalui Telepon Genggam miliknya.(MR/RM)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.