Heboh…Diduga Pemuda Depresi Tewas Gantung Diri Dekat Pagar Sekolah
METRORAKYAT.COM, SERGAI – Masyarakat Desa Nagur dihebohkan dengan ditemukannya seorang pemuda tewas gantung diri di Dusun 3 Desa Nagur, Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) Sumatera Utara, Jumat (12/7/2019) pagi sekitar pukul 05:48 wib.
Pemuda tersebut diketahui bernama Muhammad Idris (24) warga Dusun I Desa Nagur Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Sergai yang diduga stres (depresi) mengakhiri hidupnya dengan gantung diri dengan seutas tali disebuah tiang asbes dekat pagar Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri I Tanjung Beringin Kabupaten Sergai.
Informasi yang dihimpun awak media, awalnya korban ditemukan salah seorang warga sekitar bernama Sadek yang hendak ke kampung baru ke rumah orang tuanya.
Tiba – tiba melihat ada seorang pria tergantung didekat pagar sekolah, dan langsung memberitahu kepada penjaga sekolah.
Mendengar kabar itu, Hamdani penjaga sekolah langsung melihat ke lokasi dan mengenal pria yang gantung diri tersebut bernama Idris, dan langsung memberitahu pihak keluarganya serta kepolisian setempat.
Mendapat informasi dari warga, pihak Polsek Tanjung Beringin langsung turun ke lokasi mengecek Tempat Kejadian Perkara (TKP), dan Tim Inafis Polres Sergai mengidentifikasi korban dengan mengambil sidik jari korban.
Ketika dikonfirmasi wartawan metrorakyat.com Kapolsek Tanjung Beringin Iptu Khairul Saleh, SH, Jumat (12/7/2019) sekitar pukul 10:15 wib diruang kerjanya tentang peristiwa itu membenarkan adanya kejadian tersebut.
“Mendapat informasi itu, kita langsung turun dan mengecek tempat kejadian,” ujarnya.
Setelah dilakukan pengecekan lanjut Iptu Khairul Saleh, petugas hanya menemukan dileher korban ada bekas lilitan tali, sedangkan dibagian tubuh lainnya tidak ditemukan tanda – tanda kekerasan. Selanjutnya tim penyidik sudah mekakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi.
Dan menurut keterangan dari orang tua korban Fatimah (61) mengatakan, pihak keluarga tidak ada yang mengetahui anaknya keluar rumah, dan pihak keluarga membenarkan bahwa korban memang mengalami gangguan jiwa atau depresi dan sudah pernah diperiksa di rumah sakit.
“Korban mau kita bawa untuk diperiksa secara medis, namun pihak keluarga korban menolaknya, sehingga dibuatkan surat pernyataan tidak dilakukan autopsi ataupun pemeriksaan medis lainnya dan disetujui orang tua korban,” jelas pihak Polsek Tanjung Beringin.(MR/AZMI)
