Pemuda Kota Medan Mengutuk Segala Bentuk Kekerasan

Pemuda Kota Medan Mengutuk Segala Bentuk Kekerasan
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kota Medan meminta semua pihak menjaga kekondusifan pasca Pilpres/Pileg 2019 yang sudah berjalan dengan baik dan dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia yang merupakan Pesta Demokrasi milik seluruh rakyat Indonesia.

Hari ini tahapan sedang masuk dalam agenda Rekapitulasi suara di tingkat Kab/kota dan akan naik di Tingkat Provinsi.

Ketua GAMKI Kota Medan, Parulian Tampubolon.SSn, Fery Sihite (Plt.Sekretaris) dan seluruh jajaran pengurus melalui siaran persnya meminta agar semua elemen agar ikut serta menjaga kekondusifan kota Medan dan menyerahkan seluruh proses penghitungan kepada seluruh petugas KPU di semua tingkatan sesuai dengan amanah Undang-Undang Pemilu dan bila ada proses-proses penghitungan yang masih berjalan alot atau pun diduga ada unsur-unsur pelanggaran agar pihak-pihak baik peserta Pemilu Partai Politik maupun para Calegnya yang merasa di rugikan agar melaporkan kepada BAWASLU yang punya hak Konstitusi dalam melakukan pengawasan.

DPC GAMKI Kota Medan juga menyesalkan adanya dugaan kekerasan yang di alami oleh anggota DPRD Kota Medan Boydo HK Panjaitan yang juga adalah kader GAMKI Kota Medan dan caleg Petahana dari Partai PDI Perjuangan DPRD Kota Medan yang juga Bendahara di DPC Partai PDI P Kota Medan.

“Sesuai berita yang kami ketahui dari media sosial, dimana Boydo HK Panjaitan telah mendapat perlakuan tidak menyenangkan oleh orang tidak dikenal dan dibawa paksa ke suatu tempat oleh sekelompok OTK yang di duga tidak senang atas keputusan Boydo meminta agar Plano di buka oleh KPU Kota Medan saat rapat plano terbuka yang dilaksanakan di Hotel Dharma Deli (Grand Inna) Kota Medan, plano dibuka akibat adanya protes dari saksi PDIP di Dapil 1 Kecamatan Medan Helvetia yang kehilangan 3000 suara,” ujar Parulian Tampubolon, Sabtu (11/5/19).

Sambungnya lagi, percobaan penculikan dan penganiayaan oleh sekelompok pemuda yang tidak bertanggung jawab dan menggunakan cara-cara Barbar yang tidak sesuai dengan proses hukum yang berlaku, bahkan diduga masih ada upaya intimidasi, dengan cara-cara melanggar Hukum. ” Institusi Polri kita saat ini sedang di usik dan diuji, tapi Kita percaya, Polri kita sekarang Polri yang Profesional, maka kita dukung segera usut tuntas dan menindak tegas Pelakunya,” tegasnya.

Dan saat ini tambahnya, sdr.Boydo Panjaitan sebagai korban telah membuat laporan polisi di Polrestabes Medan pada Jumat malam terkait yang dialaminya selama dibawa paksa oleh orang tidak dikenal tersebut.

“Kita doakan semoga pelaku segera di tangkap dan bertobat dari perbuatannya yang jahat,” pungkas Parulian Tampubolon.(MR/red)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.