Puluhan Mahasiswa Gelar Aksi, Tuntut Matinya Demokrasi di Tapanuli Tengah

Puluhan Mahasiswa Gelar Aksi, Tuntut Matinya Demokrasi di Tapanuli Tengah
Bagikan

METRORAKYAT.COM, TAPTENG – Puluhan Aliansi mahasiswa gabungan Sibolga-Tapteng gelar aksi damai dari kantor KPU berlanjut ke kantor Bawaslu Tapteng, nota tuntutan kepada dua istansi penyelenggara pemilu KPU dan Bawaslu agar bekerja dengan profesional dalam mengemban tugas serta fungsinya Jumat (26/04/19).

Aksi puluhan mahasiswa ini tergerak dari matinya demokrasi yang ada di Tapanuli Tengah di saat pemilu serentak di laksanakan 17 April 2019 yang lalu. Kecurangan dari pemilu serentak yang sempat firal di sosial media membuat gabungan mahasiswa ini bergerak menyuarakan matinya demokrasi yang dulu sangat tegak berdiri di wilayah pantai barat Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera utara.

“Kami berharap KPU dan Bawaslu bertanggung jawab atas kecurangan pemilu yang terjadi di Tapanuli Tengah ini,” ucap Syahmul Harahap ketua koordinator aksi mahasiswa.

Tuntutan para mahasiswa yang mengelar aksi walau di landa ujan deras yang mengguyur Tapanuli Tengah, semangat untuk memperjuangkan tegaknya demokrasi di Tapteng tidak kendor sedikitpun, aksi damai yang di lakukan puluhan mahasiswa tetap bergema di depan kantor Bawaslu Tapteng sore hari jam 14:32 WIB.

Nota tuntutan mahasiswa kepada dua istansi penyelenggara pemilu terbagi enam tuntutan yakni:

  1. Mengutuk keras tindak kecurangan yang terjadi selama prose pileg 2019.
  2. Menyayangkan kegagalan penelenggaraan pemilu dalam menciptakan suasana pemilu ang adil dan jujur dan bersih.
  3. Meminta KPU menjaga netralisasi dalam penyelenggaraan pemilu.
  4. Kami menduga Bawaslu kabupaten Tapanuli Tengah telah gagal dalam mencega terjadinya tindak kecurangan dala pemilu 2019 di Kabupaten Tapanuli Tengah.
  5. Meminta Bawaslu Kabupaten Tapanuli Tengah untuk segera mengungkap dan menindak pelaku kecurangan dan pelaku intelektual dibalik dugaan kecurangan yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah.
  6. Meminta kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah agar tenang dan saling menjaga kedamaian Kabupaten Tapanuli Tengah.
    “Kami minta Bawaslu ungkap siapa dalang intelektual kecurangan ini, kalau kita tidak mengumkap hal ini kecurangan yang terjadi di Tapanuli Tengah akan terulang kembali, serta meminta bawaslu Tapteng mengumumkan dalang dari kecurangan ini, Tangkap pelakunya tak peduli apa jabatanya di Negara ini,” pekik para mahasiswa.

Setelah satu jam lebih mengelar aksi, mahasiswa yang menuntut matinya demokrasi di Tapteng membubarkan diri dengan menutup aksi dengan doa, lalu bubar dengan aman. (MR/RM)

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.