Rusak Keindahan Langkat dan Abaikan Keselamatan Warga , Pruning Tunas Baru Sampah Menumpuk Pohon Mati Tegak Berdiri Tak Disentuh

Rusak Keindahan Langkat dan Abaikan Keselamatan Warga , Pruning Tunas Baru Sampah Menumpuk Pohon Mati Tegak Berdiri Tak Disentuh
Bagikan

METRORAKYAT.COM, LANGKAT – Suasana ruang publik terlihat janggal dan memprihatinkan: pohon-pohon yang baru saja menumbuhkan tunas muda justru berulang kali dipangkas. Sisa ranting, daun, dan cabang muda berserakan di mana-mana, menumpuk menjadi sampah yang tak kunjung dibersihkan.

Ironisnya, pohon-pohon yang sudah mati, kering, dan rapuh SEWAKTU-WAKTU bisa tumbang dan membahayakan warga tetap tegak berdiri tak tersentuh sama sekali.

Pola perawatan yang terbalik ini bukan sekadar soal lingkungan tapi merusak kenyamanan sekaligus meruntuhkan keindahan Kabupaten Langkat yang selama ini dibanggakan.

Pemandangan cabang kering menumpuk sembarangan, daun-daun berserakan tak terurus, berpadu dengan sampah limbah rumah tangga,batang pohon mati yang berdiri kaku dan suram di sepanjang jalan, semuanya menyisakan kesan kotor, tidak terawat, dan sangat mengganggu pemandangan. Warga maupun tamu yang melintas pun merasa tidak nyaman.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Langkat Erwin Bachari, S.P., M.M.,saat dikonfirmasi melalui pesan, . WhatsApp 0852 62xx xxxx terkait persoalan tersebut ,kamis 10/09/2026, memberikan tanggapan tertulis:

“Kami sedang mengikuti Pendidikan PKN Tk.2. Untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan tersebut, agar dapat menghubungi Sekretaris Dinas LH dan Kabid Teknis. Terima Kasih.”

Namun hingga berita ini diturunkan, upaya menghubungi Kabid Teknis Dinas Lingkungan Hidup belum mendapat tanggapan sama sekali. Panggilan maupun pesan tak berbalas,sehingga meninggalkan pertanyaan besar: mengapa pemangkasan justru dilakukan pada pohon muda yang sedang tumbuh, sementara pohon mati yang berisiko dibiarkan tegak tanpa penanganan.

Farhan seorang pngguna jalan sekaligus warga sekitar yang ditemui tim media mengatakan :
” Kami berharap persoalan ini segera mendapat jawaban jelas dan tindakan nyata dari pihak berwenang. Jangan sampai kegiatan perawatan ruang hijau justru menghasilkan tumpukan sampah berlebih dan merusak tunas pohon muda, sementara ancaman pohon mati yang sewaktu-waktu bisa jatuh diabaikan begitu saja,ujarnya.

Lingkungan hidup butuh perawatan yang masuk akal dan bertanggung jawab bukan logika terbalik yang merugikan warga maupun alam. Semoga pihak terkait segera merespons dan memperbaiki pola penanganan ini demi kebersihan, keindahan, dan keselamatan bersama.(mr/yo)

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Metro Rakyat News

Tinggalkan Balasan