Sama-Sama Melapor, Polisi Hanya Tangkap Sebelah Pihak

Sama-Sama Melapor, Polisi Hanya Tangkap Sebelah Pihak
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Polsek Medan Area diduga mendiskriminasi dalam menangani kasus penganiayaan. Hal itu dibuktikan dengan tidak ditangkapnya pelaku penganiayaan, ES (42) warga Jalan Sutrisno, Kelurahan Sei Rengas Permata, Kecamatan Medan Area.

Padahal, kasusnya telah dilaporkan sejak Kamis, (10/1) dan telah dilakukan pemeriksaan 2 orang saksi serta diamankannya barang bukti sebuah broti yang digunakan untuk memukul korban, AY (36) warga Jalan Rahmadsyah, Gang Makmur, Kecamatan Medan Area, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, AY harus mendekam di sel tahanan saat hendak membuat laporan. Namun anehnya, EY melenggang membuat laporan tanpa ditangkap. Hal itu membuat keluarga semakin terpukul dan mengaku bahwa pihak Polsek Medan Area berpihak sebelah.

“Mereka berkelahi dan sama-sama membuat laporan resmi, tapi kenapa abang saya saja si AY yang ditangkap, sementara pelaku ES turunan Tionghoa tidak ditangkap sampai sekarang,” kata adik korban berinisial ADY, kepada wartawan, Selasa (15/1) siang.

Menurut aksi penganiayaan menimpa abangnya terlebih dahulu AY yang dilakukan oleh ES yang melakukan pemukulan menggunakan broti saat terjadi percekcokan di depan rumah ES, Rabu (9/1) lalu.

“Perkelahian ini dipicu lantaran abang saya AY tak terima jualan ibunya diusik ES yang dengan sengaja melaporkan yang tidak-tidak kepada pihak Kecamatan Medan Area mengenai ibu saya,” tutur ADY. 

Tak terima dipukul, AY kemudian menusuk bagian belakang ES menggunakan pahat yang digunakannya saat merehab warung orangtuanya. Karena merasa ibunya diusik terjadilah percekcokan di depan rumah ES hingga ES mengambil broti memukul kepala AY.

“Beruntung bisa ditangkis dengan tangan kiri abang saya, tapi mengakibatkan tangannya luka lecet dan memar. Karena merasa terancam itulah abang saya menusuk badan belakang bagian terlapor menggunakan pahat yang saat itu ia pegang sewaktu memperbaiki warkop ibu kami,” jelasnya.

Perkelahian itu pun mengundang warga lainnya hingga akhirnya Bhabinkamtibmas Kelurahan Kota Matsum I Polsek Medan Area datang.

“Babhinkabtimas itu dengan lantangnya serta arogan membentak-bentak abang saya, seoalah-olah abang saya saja yang salah. Lalu abang saya dibawa ke Polsek Medan Area. Di Polsek, abang saya terus-terusan dihardik Bhabinkamtibmas itu dengan mengatakan ‘Kau udah jadi tersangka, masuk kau. Sementara si ES diperlakukan baik,” ungkap ARY.

Selain itu, informasi yang berkembang, belum diamankannya pelaku terlapor ES karena menunggu tanda tangan Kapolsek. Untuk proses pemeriksaan saksi-saksi dan barang bukti sampai tandatangan Plh Kanit Reskrim Polsek Medan Area, Iptu Syamsul Bahri sudah dilakukan.

Padahal dalam kasus ini split (sama-sama melapor), namun hanya pelaku AY yang diamankan, sementara terlapor ES masih bebas berkeliaran. Keluarga AY menduga kalau pihak kepolisian memperlambat kasusnya.

“Lambannya penanganan kasus ini sepertinya disengajakan untuk membiarkan berkas tersangka AY terus berlanjut dan kuat dugaan penanganan penyidikan untuk menangkap pelaku ES ditarik ulur,” ujarnya.

Pelaksana Harian Kanit Reskrim Polsek Medan Area, Iptu Syamsul Bahri, ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa berkasnya sudah ditandatanganinya untuk selanjutnya dikeluarkan surat perintah penangkapan (SPKap). “Udah kutandatangani berkasnya besoknya bang, Sabtu (12/1). Selanjutnya tunggu tandatangan Kapolsek baru bisa kita amankan bang,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Medan Area, Kompol Kristian Sianturi, ketika dikonfirmasi, Senin (14/1) malam, mengaku sedang sibuk di luar melakukan kegiatan, padahal menurut informasi di lapangan tinggal menunggu tantangan Kapolsek untuk selanjutnya mengamankan terlapor.

“Ya sabar ya, kerjaankan bukan itu saja. Saya juga punya tugas moral yang harus saya laksanakan untuk warga masyarakat lainnya, bukan satu masyarakat aja. Pasti akan dikerjakan (kasusnya) ok? Polisi juga manusiakan ?” katanya, saat dikonfirmasi wartawan. (MR/Suriyanto)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.