Pemuda ini nekat bunuh diri karena gagal melanjut ke perguruan tinggi

Pemuda ini nekat bunuh diri karena gagal melanjut ke perguruan tinggi
Bagikan

METRORAKYAT.COM | LABUHAN BATU UTARA – Keinginan Topan Zulkarnain (20) untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi pupus sudah. Setelah dua tahun tamat SMA dan tak kunjung kuliah, Topan nekad mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

Korban mengkhiri hidupnya di rumah abangnya di Jalinsum Palia Desa Gunung Melayu Kecamatan Kualuh Selatan Labura, Rabu (30/8) sekitar pukul 7.30 WIB.

Informasi dihimpun dari lokasi kejadian, pagi hari Topan mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri menggunakan tali nilon yang diikatkan di broti alur seng di ruang tengah dengan lehernya terikat oleh tali nilon dan menginjakkan kakinya di kursi plastik. Kursi plastik di jatuhkannya dan dirinya pun tergantung dengan posisi leher terikat.

Mendengar suara kursi terjatuh, anak abangnya bernama Sasa (9 tahun)  yang ketepatan sakit demam dan tidur tidak jauh dari gantung diri, Sasa menjerit. Sasa kemudian membangunkan bapaknya (ayahnya) yang tidur di kamar, bernama A yang tidak lain abang kandung korban. A, pun berdiri  dan langsung berusaha menolong korban (Topan Zulkarnain) dan menurunkannya, namun nyawanya tidak dapat tertolong dan meninggal dunia.

“Adikku ini ingin kuliah setelah tamat SMA 2 tahun lalu. Namun karena orang tua tidak mampu mengkuliahkannya, diapun tidak dapat kuliah. Jadi kami ajak dia (Topan Zulkarnain)  ke rumah kami ini untuk membantu abangnya kerja, nanti kalau sudah ada uang baru kuliah,” kata kakak iparnya, Yai.

Masih cerita Yai (kakak ipar korban), sementara orang tuanya sudah pisah. Percobaan bunuh diri dengan cara gantung diri sudah pernah dilakukannya beberapa waktu lalu namun digagalkan. Keinginannya untuk kuliah sangat kuat namun tidak mampu.

Polsek Kualuh Hulu yang tiba di TKP melakukan penyelidikan sementara petugas medis/petugas kesehatan yang telah tiba di TKP melakukan pemeriksaan medis/visum terhadap korban dan membawanya ke RSUD Labura Aek Kanopan.

Kepala Desa Gunung Melayu Saiful Anwar mengatakan dugaan korban meninggal dunia bunuh diri dengan cara gantung diri dan jenajahnya akan disemayamkan /dikebumikan di Simpang Kawat Asahan sedangkan alamatnya di KTP tercatat warga Kelurahan Aek Kanopan Kecamatan Kualuh Hulu Labura.

Kapolsek Kualuh Hulu AKP R Sihombing SH melalui Kanit Reskrim IPTU D Nainggolan membenarkan Topan Zulkarnain meninggal dunia  diduga gantung diri dan barang bukti tali nilon dan kursi plastik telah diamankan. “Masih dilakukan penyelidikan,”  tandas Kanit Reskrim. (jpnn/red).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.