Irjen Pol (Purn) Wisjnu Amat Sastro: Masyarakat Sumut Harus Dapat Hidup Sejahtera
METRORAKYAT.COM | MEDAN – Kehadiran Irjen Pol (purn) Wisjnu Amat Sastro di Kedai Mantan, Jalan Kapten Manaf Lubis No.177 Medan, menjadi sesuatu yang dinanti oleh elemen masyarakat Sumatera Utara untuk berbincang dan berdiskusi tentang pembangunan di Provinsi Sumatera Utara, khususnya Kota Medan. Jumat,(22/9/17) dari pukul 19.00 WIB sampai dengan selesai.
Dengan pakaian sederhan, mantan Wakapolda Sumatera Utara ini duduk di kursi didampingi para penggiat UKM, Tokoh Masyarakat, Pemerhati Masyarakat Sumut, dan perwakilan masyarakat pengagum Wisnu Ahmad Sastro.
Pada kesempatan itu, pensiunan jenderal berbintang dua ini menjelaskan sebagai putra asli kelahiran Sumatera Utara, dirinya merasa terpanggil untuk memperbaiki Sumut menjadi provinsi yang bersih dari penyakit korupsi dan KKN yang telah menyebabkan terpuruknya pembangunan dan lambatnya perkembangan perekonomian masyarakat di sumatera utara.
” Saya melihat selama ini pembangunan di provinsi Sumatera Utara begitu lambat, masih banyak daerah-daerah yang belum tersentuh pembangunan yang merata, sehingga perlu dicari solusi dan jalan keluar bagaimana agar Sumatera Utara dapat berkembang seperti di provinsi lain diluar Sumatera Utara,” sebutnya.
Dalam ngobrol bareng dan diskusi tersebut, Wisjnu juga menambahkan, Sumatera Utara harus dipimpin oleh orang yang berani, tegas dan mampu merakyat. Untuk itu, jika dipercaya oleh masyarakat Sumut, dirinya selaku asli putra daerah siap untuk merubah image negatif kota kelahirannya tersebut dan merubahnya menjadi kota yang disenangi, kota yang maju dan berbudaya, kota yang religius, kota yang dibanggakan rakyat Sumatera Utara dan kota yang akan diberi julukan kota Masyarakat Sejahtera.
Pengamat masyarakat Sumut, Ashari Sidik pada diskusi tersebut memaparkan bagaimana untuk merubah wajah sumatera utara yang dimata provinsi lain kurang baik,sebab dua Gubernur sebelumnya terjerat hukum dalam kasus korupsi. Sampai saat ini jika diamati, dampak dari korupsi tersebut menyebabkan terkendalanya program pembangunan dibeberapa daerah. ” Kita tidak tahu apa yang sedang dipikirkan para pemimpin di Sumatera Utara saat ini, buktinya seakan hanya melakukan pencitraan. Tiga konsep pembangunan seperti, kawasan mebidang perkotaan, pembangunan Simangke, dan pembangunan kawasan danau toba sampai saat ini hanya masih sebatas wacana dan masih nol. Untuk itu saya mengajak saudara-saudara sekalian untuk membuka mata dan mari sama-sama kita bangun provinsi Sumatera Utara dengan memilih pemimpin yang tegas, berani, jujur, pro rakyat kecil dan terutama no money politik,” terangnya.
Saharuddin dari Gerbraksu, pada kesempatan itu menjelaskan, secara pribadi dirinya sangat mengagumi sosok pemimpin yang merupakan asli putra kelahiran Sumatera Utara. Sosok Irjen Pol (Purn) Wisjnu Amat Sastro menurutnya adalah sosok yang tepat sebagai pemimpin di Sumatera Utara. Sosok yang bersih dari korupsi, sederhana dan mampu merangkul adalah salah satu modal utama menjadi pemimpin di Sumut. ” Kita yakin kepemimpinan Bapak Wisjnu Amat Sastro mampu menyaingi semua para calon yang akan maju pada Pilgub mendatang. Saat ini masyarakat Sumut tidak butuh basa-basi, tapi butuh kinerja untuk membawa perubahan menuju Sumut Sejahtera, bukan Sumut Paten, sementara kalau dilihat apanya sih yang paten,”ucapnya.
Ditambahkan lagi, jika masyarakat memberikan dukungan terhadap putra Sumatera yang pernah menjadi Kapolda di Sumatera Utara tersebut, dia berharap agar selama kepemimpinannya tidak terjerat kasus korupsi dan selalu mementingkan masyarakat bawah. ” Mari kita sama-sama menjaga dan berdoa agar Bapak Wisjnu jika nantinya dipilih menjadi Gubernur Sumut tidak terjerat kasus korupsi dan betul-betul untuk membangun provinsi Sumatera Utara kedepan,” harap Saharuddin.
Menjawab harapan perwakilan masyarakat Sumatera Utara tersebut, Wisjnu Amat Sastro mengatakan, sebagai seorang putra yang memang asli dari Sumatera Utara, dia merasa terpanggil untuk merubah Sumatera Utara, sehingga muncul dorongan dari dalam dirinya dan juga atas dukungan orang-orang terdekat untuk maju menjadi bakal calon Gubernur Sumatera Utara. Meskipun diakuinya, biaya untuk maju sebagai calon Gubsu sangat mahal, sehingga dirinya mencoba maju dari Independen. Wisnu merasa nyaman jika maju dari Independen karena biaya cost yang murah dan tidak terpengaruh partai. Meskipun jika nantinya jalur Independen tidak berhasil, maka perahu partai bisa saja dimasuki olehnya, namun Wisnu sekali lagi menegaskan, bahwa dirinya ingin Pilgub kali ini masyarakat benar-benar bisa memilih sosok pemimpin yang bersih dan jujur. Terutama juga, tidak money politik.
“Jika kita maju dengan memakai politik uang, maka celakalah kita saat terpilih menjadi pemimpin. Saya ingin merunah minset masyarakat Sumatera Utara untuk tidak lagi terbuai cara-cara yang lama. Pilihlah pemimpin yang benar-benar dapat membuat perbahan positif di Sumut, bagaimana agar rakyat di Sumatera Utara bisa dapat hidup sejahtera dan mandiri, termasuk juga akan bekerjasama dengan mengembangkan para pelaku usaha kecil menengah (UKM)”tegas Wisnu.
Lanjut Wisjnu lagi, sebagai calon yang akan maju di Pilgub nantinya, dirinya akan melihat dulu teknis dan aturan yang ditetapkan oleh KPU. Akan ada pembukaan jalur Independen. Untuk pembangunan infrastruktur di Provinsi Sumatera Utara, Wisnu belum berani banyak berjanji karena dirinya masih sosok calon. ” Namun pastinya, apa yang kita bincangkan dan diskusikan malam ini semoga akan menjadi kenyataan, demi kemajuan dan pembangunan menuju perubahan rakyat menjadi rakyat Sejahtera di provinsi Sumatera Utara,yang juga adalah kota kelahiran saya sendiri,” pungkasnya mengakhiri.(MR10/Siti-red)


