Ketua DPRD Medan, Wong Chun Sen: Pancasila Harus Jadi Arah Moral Anak Bangsa

Ketua DPRD Medan, Wong Chun Sen: Pancasila Harus Jadi Arah Moral Anak Bangsa
Bagikan

METRORAKYAT. COM, MEDAN – Ketua DPRD Medan, Wong Chun Sen, menegaskan bahwa Pancasila harus menjadi pedoman moral, etika publik, sekaligus pandangan hidup dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di halaman UPT SDN 064966, Jalan Sehati No.142, Kelurahan Tegal Rejo, Kecamatan Medan Perjuangan, Minggu (31/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Camat Medan Perjuangan, Ika Handayani Tarigan, Kasi Pemerintahan Kelurahan Tegal Rejo Octresia Marpaung, Tenaga Ahli Pimpinan DPRD Medan Sutrisno Panggaribuan dan Zainuddin Lubis, serta ratusan warga setempat.

Acara diawali dengan pengenalan nilai-nilai Pancasila kepada peserta. Dalam sesi interaktif, Sutrisno Panggaribuan mengajak warga mengingat kembali butir-butir Pancasila dan UUD 1945.

Menariknya, meski sebagian peserta merupakan kalangan lanjut usia, mereka masih mampu menghafal dan memahami dasar negara tersebut dengan baik.

“Ini menunjukkan nilai-nilai kebangsaan masih tertanam kuat di tengah masyarakat. Generasi muda, khususnya Gen Z, harus melanjutkan semangat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar Sutrisno.

Dalam sambutannya, Ika Handayani Tarigan mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut karena dinilai mampu memperkuat wawasan kebangsaan sekaligus menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Pancasila.

“Pancasila tidak cukup hanya dihafal, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap dan tindakan nyata,” katanya.

Sementara itu, Wong Chun Sen menegaskan bahwa Pancasila memiliki posisi strategis sebagai dasar negara, ideologi bangsa, sekaligus sumber nilai moral dan etika publik.

“Pancasila bukan sekadar diucapkan saat upacara. Nilai-nilainya harus tercermin dalam perilaku sehari-hari, mulai dari menghormati sesama, menjaga kerukunan, bergotong royong, hingga menghargai perbedaan,” tegasnya.

Menurut Wong, berbagai persoalan sosial yang terjadi saat ini tidak terlepas dari mulai berkurangnya pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila. Karena itu, penguatan wawasan kebangsaan harus terus dilakukan agar masyarakat memiliki pegangan yang kuat dalam menghadapi tantangan zaman.

Ia menjelaskan, sila Ketuhanan Yang Maha Esa mengajarkan sikap saling menghormati antarumat beragama. Sila Kemanusiaan menanamkan kepedulian terhadap sesama. Sila Persatuan Indonesia menjadi fondasi menjaga keutuhan bangsa yang majemuk. Sementara sila Kerakyatan mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan, dan sila Keadilan Sosial menjadi landasan mewujudkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Pancasila harus menjadi pedoman dalam setiap tindakan, keputusan, dan kebijakan. Jika nilai-nilai itu diterapkan secara konsisten, akan lahir masyarakat yang beretika, bermoral, serta menjunjung tinggi persatuan dan keadilan,” ujarnya.

Wong juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong dan toleransi yang telah menjadi identitas bangsa Indonesia sejak dahulu.

“Bangsa Indonesia dihormati karena memiliki Pancasila sebagai jati diri dan kepribadian bangsa. Karena itu, mari kita jaga dan amalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.(MR/red)

Metro Rakyat News

Tinggalkan Balasan