SEJUMLAH APOTIK DI RAZIA, 2 RIBU BUTIR PIL PCC DI TEMUKAN

SEJUMLAH APOTIK DI RAZIA, 2 RIBU BUTIR PIL PCC DI TEMUKAN
Bagikan

METRORAKYAT.COM | MEDAN-Satuan reserse Narkoba Polrestabes Medan merazia apotik yang berada di kawasan Jalan Gunung Karakatau, Kecamatan Medan Timur.

Hasilnya selain mengamankan pemiliknya polisi juga menyita sedikitnya 2 ribuan butir pil PCC yang masih dan sudah dilepas dari Kemasannnya.

Kasat Res Narkoba Polrestabes Medan AKBP Ganda Saragih didampingi Wakasat Kompol Yudi Frianto dan Kanit Idik II, AKP Ricardo Siahaan dalam paparannya di Mapolrestabes Medan, Jumat (22/9/17) siang menjelaskan pengungkapan obat terlarang yang sedang viral di media sosial (Medsos) ini berawal dari informasi masyarakat yang mengetahui adanya peredaran pil PCC di wilayah Jalan Mandala Bay Pass Medan.

Informasi ini segera ditrlusuri petugas dengan melakukan penyelidikan dan menyamar sebagi pembeli pil PCC.

“Dari undercover by yang kita lakukan diamankan seorang pelaku berinisial JP dari kediamannya. Dari JP disita barang bukti 186 butir pil PCC,” jelas Kasat Narkoba.

Penyelidikan tak berhenti di situ saja. Keterangan yang diperoleh dari tersangka JP, ia mendapatkan pil terlarang itu dari salah satu apotik milik EW (55) yang berada di sekitar wilayah Jalan Krakatau Medan Timur. Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, petugas segera mendatangi lokasi yang dimaksud.

Hasilnya, dari apotek milik tersangka EW yang sebelumnya juga pernah digerebek tim BPPOM Sumut itu, petugas juga menemukan barang bukti 1944 pil PCC. Selain itu petugas juga mengamankan jenis obat keras lainnya di antaranya, 137 butir atarax, 30 butir prisium, 4 ampul fentanyl, 10 ribu butir tramodol, 12 butir valisambe, 15 butir librax, 10 butir alpraszolam, 8 codifront, 1170 butir THCL.

Usai melakukan penggeledahan dan menyita barang bukti, selanjunya petugas menggiring tersangka ke Mapolrestabes Medan guna dilakukan pemeriksaan. Hasil interogasi, lanjut Kasat Narkoba, pelaku JP membeli pil PCC di apotek EW Rp 7 ribu perbutirnya. Kemudian, pil PCC yang dibeli dari apotek itu dibongkar dari dalam kemasan lalu dipindahkan ke dalam kemasan plastik klip. Lalu dijual kepada pengguna Rp 10 ribu perbutirnya.

Pada metrorakyat.com tersangka JP mengaku baru 4 bulan belakangan ini mengedarkan pil PCC. Dalam sebulan, menurut pengakuan pria pendiam ini ia bisa menjual lebih dari 100 butir. Pembelinya kebanyakan warga etnis Tionghoa.

“Saya tidak tahu kalau obat itu dilarang diperjual belikan. Pembelinya kebanyakan warga Tionghoa,” jelasnya

Atas kasus ini, Kasat Narkoba AKBP GANDA “mengingatkan agar masyarakat tidak lagi memperjual belikan obat berbahaya ini.

Saat ini pihaknya juga tengah mengembangkan kasus ini guna mengungkap produsen pil terlarang ini. “Kita masih mendalami produsennya. Namun dugaan kami, produksi pil PCC ini bukan di Medan,” pungkasnya.

Akibat perbuatan para tersangka dikenakan melanggar Pasal 197 yo 106 Ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan atau Pasal 204 Ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.(MR2/Suriyanto)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.