DPRD Kota Medan Minta Polrestabes Tingkatkan Kewaspadaan Keamanan Bagi Warga
METRORAKYAT.COM | MEDAN – Polrestabes Kota Medan diingatkan terus meningkatkan kewaspadaan serta kesiapan personel, dalam rangka keamanan dan kenyamanan warga Kota Medan. Sebab tingkat kriminalitas di Medan semakin tinggi, bila berkaca pada pembunuhan sopir taksi online dalam waktu yang sangat berdekatan.
“Kesigapan jajaran Polrestabes Medan sangat dinanti oleh masyarakat. Rasa aman dan nyaman tersebut menjadi kunci bahwa Medan layak menjadi tempat tinggal kita bersama,” kata Anggota Komisi A DPRD Medan Roby Barus, Rabu (28/9).
Roby mengapresiasi kinerja Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Sandi Nugroho beserta jajaran yang dengan cepat menangkap pelaku pembunuhan terhadap sopir taksi online beberapa waktu lalu. “Itu merupakan peristiwa yang tentunya tidak lazim. Apalagi terjadi dan berlangsung dalam waktu berdekatan. Paling kelang satu dua hari saja. Jadi kesigapan personel Polrestabes dibawah komando Pak Sandi Nugroho ini, sangat kita apresiasi,” kata mantan Ketua Komisi A itu.
Tindakan tegas Polrestabes Medan itu menurutnya sangat tepat dan patut dipuji. Sebab ke depan akan membuat orang berpikir seribu kali untuk melakukan tindakan keji seperti pembunuhan ataupun perampokan. “Di sini kita salut melihat kinerja Polrestabes Medan. Bertindak tegas tanpa pikir panjang, karena memang perbuatan itu diluar lazimnya seorang manusia. Saya berharap hal demikian dapat dipertahankan, sehingga orang yang mau bertindak kriminal di Kota Medan berpikir ulang,” katanya.
Intensitas patroli jajaran Polrestabes Medan juga ia harapkan terus ditingkatkan, terutama dalam memberantas aksi kriminal jalanan seperti begal yang sangat meresahkan masyarakat. “Jangan sampai masyarakat merasa tidak aman dan nyaman tinggal di wilayahnya sendiri. Termasuk wisatawan domestik dan mancanegara yang membatalkan kunjungan ke Medan, lantaran banyak kejadian pembunuhan,” pungkasnya.
Diketahui, hanya berselang dua hari peristiwa bermotif perampokan terhadap sopir taksi online terjadi di Kota Medan. Pada 24 September, David Simanjuntak (45), driver Grab Car diduga menjadi korban komplotan begal ditemukan tewas di selokan Jalan Sempurna, Kelurahan Sudirejo I, Medan Kota. Mayat itu ditemukan dengan kondisi luka di sekujur tubuhnya. Besoknya, polisi berhasil menangkap pelaku pembunuhan bernama Rizky dan Ari, yang akhirnya tewas lantaran coba menyerang petugas.
Sementara pada 26 September, tim gabungan Polda Sumut, Polrestabes Medan dan Polsek Medan Baru kembali menangkap seorang pelaku perampokan dan pembunuhan Ridwan Limbong, driver Grab Bike. Pelaku pun ditembak mati oleh petugas kepolisian atas nama Harianto alias Ari Tato (22) warga Tembung, Percut Seituan. (RED/MR).


