oleh

SAMUAL Resmi Daftarkan Sengketa Pilkada Tapteng

MetroRakyat.com |  TAPTENG – Pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tapanuli Tengah,  Syaripul Alamsyah Pasaribu dan Mual Berto Hutauruk (SAMUAL), melalui penasehat hukumnya, mengajukan permohonan sengketa ke Panwaslih Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).

Keterangan Gambar : 1. Tim kuasa hukum SAMUAL menyambangi kantor Panwaslih Tapteng sekaligus menyerahkan secara resmi gugatan sengketa Pilkada.
Keterangan Gambar : 1. Tim kuasa hukum SAMUAL menyambangi kantor Panwaslih Tapteng sekaligus menyerahkan secara resmi gugatan sengketa Pilkada.

Hellen NM Napitupulu SH MH, Johnson Tamba SH, Surya Darma Pardede SH, dan Chandra DSM Sitio SH, selaku tim kuasa hukum SAMUAL, Senin (03/10/2016), sekitar pukul 19.27 WIB, menyambangi kantor Panwaslih Tapteng, di jalan KH Dewantara Pandan.

Kedatangan 4 pengacara ini, disamping memenuhi undangan Panwaslih Tapteng,  sekaligus menyerahkan secara resmi gugatan sengketa Pilkada, yang sebelumnya telah dilayangkan ke pihak Panwaslih Tapteng.

Salah seorang kuasa hukum SAMUAL,  Hellen NM Napitupulu, saat konfrensi pers mengatakan, keputusan KPUD Tapteng nomor 62/BA/IX/2016 yang menolak berkas pendaftaran paslon SAMUAL, telah menciderai arti demokrasi yang sesungguhnya. Menurutnya, KPUD Tapteng tidak berhak memutuskan atau menolak langsung berkas pendaftaran dari tim SAMUAL.

“Kami merasa telah dirugikan oleh keputusan  KPUD Tapteng, yang menolak berkas pendaftaran paslon SAMUAL pada tanggal 23 September lalu,” ujarnya.

Dikatakannya, alasan penolakan KPUD   Tapteng karena ketidak sesuaian data KPU dengan data yang dibawa tim SAMUAL, bukan menjadi sebuah alasan. Karena, imbuh Hellen, perubahan pergantian Sekjen DPN PKP Indonesia, telah disampaikan jauh-jauh sebelumnya.

Helen juga menegaskan, kepengurusan DPN PKP Indonesai saat ini dipimpin Isran Noor dan Takudaeng Parawansa. Oleh karena itu, Model B1-KWK Parpol milik paslon SAMUAL adalah sah, karena ditandatangani oleh Isran Noor dan Takudarng Parawansa.

“Sekitar bulan Juli, Semuel Samson telah dipecat sebagai Sekjen PKP Indonesia. Perubahan pergantian Sekjen tersebut telah diberitahukan, dimana untuk urusan eksternal partai, DPN PKP Indonesia menyerahkan mandat kepada Wasekjen IV Takudaeng Parawansa,” jelas Hellen.

Masalah tidak terupdate tentang perubahan itu di website KPU Pusat, Helen menegaskan bukanlah wewenang dari kliennya. “Pengupdetan data KPU bukanlah wewenang kita,” imbuhnya.

Sebelumnya, KPUD Tapteng menolak pendaftaran paslon Bupati dan Wakil Bupati Tapteng, Syaripul Alamsyah Pasaribu – Mual Berto Hutauruk. Menurut KPUD Tapteng syarat pencalonan pada formulir Model B1-KWK Parpol, untuk Partai PKP Indonesai terdapat ketidak sesuaian.

Dalam formulir Model B1-KWK Parpol,  PKP Indonesia ditanda tangani oleh Ketua Umum Isran Noor dan Wakil Sekjen Takudaeng Parawansa. Sedangkan susunan kepengurusan DPN PKP Indonesia, yang terdapat di website KPU RI menyebutkan Ketua Umum Isran Noor dan Sekretarsi Jenderal Semuel Samson.

Selanjutnya, hasil penelitian formulir Model B2-KWK Parpol, Model B3-KWK Parpol dan Model B4-KWK Parpol, ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris DPK PKP Indonesia Kabupaten Tapanuli Tengah atas nama Ketua Polmer Simorangkir dan Sekretaris Sukran Tanjung.

Sedangkan SK Pengurus DPK PKP Indonesia Kabupaten Tapanuli Tengah yang ada di website KPU RI atas nama Ketua Samaati Laoli SH dan Sekretaris Krisman Lase.

Berdasarkan hal tersebut, KPUD Tapteng memutuskan pendaftaran paslon Bupati dan Wakil Bupati Syaripul Alamsyah Pasaribu – Mual Berto Hutauruk,  ditolak. (BNS)