Masih Ada Aksi Premanisme Di Medan, Nih Buktinya….
MetroRakyat.com I MEDAN — Apa sih premanisme itu? Asal kata preman mungkin dari bahasa Inggris “freeman” yang artinya manusia bebas. Sekarang ini, preman identik dengan kejahatan terbuka seperti pemerasan, pungutan liar, pemalakan, melakukan sesuatu semau gue, membuat aturan sendiri. Sejalan dengan sempitnya lapangan kerja, pengangguran, ekonomi susah, kuatnya egoisme, lemahnya hukum, kesenjangan yang kian menganga, kapitalisasi merajalela mendorong mereka yang tidak beruntung dan memiliki nyali memilih menjadi preman. Jadilah preman sebuah pekerjaan, sekalipunillegal. Barangkali bagi mereka lebih elegan dari pada memelas minta-minta atau menipu. Contohnya saja pemuda bernama Danil, yang saat ini masih dalam pencarian kepolisian Resort Kota Medan, Sektor Medan Timur. Bagaimana tidak, seorang juru parkir M.Hoir (21) yang sedang bekerja dipalak dan ditinju Danil, Kamis (25/8/2016) ditempatnya menjaga parkir jalan Veteran, persis disebelah rumah sakit Murni Teguh. Tak terima diperlakukan demikian, membuat pengawas parkiran Buhori membawa korban melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Medan Timur. Saat unit reskrim Polsek Medan Timur turun ke tempat kejadian perkara, Danil sudah keburu melarikan diri. Tak berhasil mengamankan pelaku tidak membuat Polisi tersebut lemah, salah seorang kawanan preman itu bernama Risky turut diamankan berikut ditemukannya benda tajam alias pisau berbentuk tombak, dari salah satu warung milik Boy, sebagai tempat alias mangkal para preman ini.

Hoir kepada MetroRakyat.com mengatakan, bahwa ulah premanisme di kawasan itu bukan pertama kalinya. Bahkan tak segan-segan, para pemuda pengangguran itu mengganggu kenyamanan Hoir bersama 4 rekannya sesama juru parkir dalam bekerja. “Mereka selalu mengancam kami bang. Dan mereka meminta agar parkiran disini mereka yang pegang. Padahal yang diberikan izin kan kami bang”, ujar Hoir meringis kesakitan akibat pukulan telak Danil, pada pipi kirinya. Sementara itu salah satu personil Polsek Medan Timur yang meminta namanya tidak disebutkan sangat menyesalkan masih banyak ulah premanisme, yang dilakoni para pemuda di kawasan hukumnya. “Saya saja heran bang, dan semakin percaya. Karena didepan saya sendiri Danil itu pukul juru parkir itu. Makanya kita sigap merespon kejadian ini, dan ditemani Kanit Reskrim mengamankan beberapa pelaku yang diduga bersama-sama melakukan pemalakan dan penganiayaan tersebut”, tutupnya.

Pantauan MetroRakyat.com di lokasi, terlihat beberapa warga antusias saat unit reskrim Polsek Medan Timur mengamankan 3 pemuda yang diduga pelaku pemalakan. Sampai berita ini diturunkan, ke 3 pelaku tersebut dilepas pihak Polsek Medan Timur, sembari mengumpulkan data atau bukti yang menguatkan mengenai status kepemilikan senjata tajam berupa tombak, dan pelaku pemalakan dan penganiayaan yang dituding para juru parkir di kawasan jalan Veteran. (MR/Nelson/Immanuel).


