Warga Ini Minta Aliansi Yang Mengatasnamakan Agama Islam Tidak Menjadi Biang Provokatif, Begini Ceritanya….

Warga Ini Minta Aliansi Yang Mengatasnamakan Agama Islam Tidak Menjadi Biang Provokatif, Begini Ceritanya….
Bagikan

MetroRakyat.com  I  MEDAN — Masih ingat dengan kejadian pada Rabu malam (27/7/2016) di Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia, tepatnya di belakang pusat perbelanjaan Hermes Place ? Masih belum lama bukan ? Bagaimana tidak ? Warga lingkungan 1 Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia mengaku sangat keberatan dengan ulah beberapa organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan yang mengatasnamakan agama Islam, diduga sebagai provokator permasalahan ketidaknyamanan dilingkungan warga berdomisili. Hal tersebut dikemukakan Arif sebagai salah satu perwakilan warga di lingkungan 1 kelurahan Polonia, saat pertemuan dengan unsur Kecamatan, Koramil, Polsek Medan Baru dan Kelurahan, bertempat di lantai 2 kantor Lurah Polonia di jalan Balai Desa, Medan, Jumat (26/8/2016). Kepada MetroRakyat.com, Arif mengatakan bahwa kejadian yang sangat memilukan terjadi beberapa bulan lalu, dimana Aiptu Oloan, Rabu (27/7/2017) malam disekap dan dianiaya oleh puluhan orang tak dikenal (OTK). Kejadian ini dialaminya di Jalan Mongonsidi, Gang A, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia, tepatnya di belakang pusat perbelanjaan Hermes Place Polonia. “Kita sangat tidak senang dengan main hakim sendiri seperti ini. Kita sangat kutuk perilaku yang mengatasnamakan agama sebagai tameng dalam perbuatan penganiayaan kemarin. Saya bersama warga yang hadir pada pertemuan dengan Muspika meminta agar pemerintah Kota Medan dan jajarannya serta pihak Kepolisian, dapat menjamin kenyamanan dan keamanan bagi kami warga dilingkungan 1. Tidak bisa kita bayangkan, bahwa Mesjid yang seharusnya menjadi tempat beribadah bagi umat Muslim, dijadikan sebagai tempat unjuk rasa, dan sebagai ajang perebutan. Kita juga melihat, bahwa banyak ormas-ormas yang memasang spanduk disekitar pintu masuk Mesjid Taqwa, itu artinya apa kalau memang bukan aksi provokatif ?”, ujar Arif.

Arif sebagai perwakilan warga di lingkungan 1 Kelurahan Polonia yang mengaku sangat keberatan akibat ulah oknum aliansi ormas yang mengatasnamakan agama Islam sebagai aksi provokatif dan diduga melakukan perbuatan yang mengganggu ketidaknyamanan warga disana. Arif menceritakan peristiwa dan keadaan didaerah tersebut. Jumat 26/8/2016.

 

Lebih lanjut Arif mengatakan bahwa para pemuda dan remaja dikawasannya menjadi terpengaruh akibat doktrin para aktivis ormas yang ikut menjadi biang provokasi. Arif sangat menyesali bahwa aliansi organisasi tersebut adalah bukan warga lingkungan atau daerahnya sendiri, melainkan warga dari daerah lain yang diduga menjadi penyebar issu untuk memperkeruh suasana ketidaknyamanan diantara umat beragama. Warga lainnya juga turut menyayangkan bahwa selaku sebagai penduduk yang cukup lama tinggal dikawasan sekitar mesjid, merasa dirugikan dengan aksi anarkis dan ulah provokasi sejumlah ormas yang diduga sebagai biang keladi ketidaknyamanan di lingkungan 1 tersebut. Arif dan warga juga meminta agar kepengurusan DKM (Dewan Kemakmuran Mesjid) di mesjid Taqwa dievaluasi, dan dipertanyakan mengenai keabsahannya di KUA (Kantor Urusan Agama). “Kita minta DKM itu agar dievaluasi, dan jika terbukti tidak resmi maka dibubarkan saja. Karena dr.Irfan sebagai DKM, tidak pernah ikut hadir jika diundang dalam rapat pasca pemukulan polisi kemarin itu”, Kata Arif. Hal senada diungkapkan AKP Haryani S.Sos, M AP, sebagai Kanit Binmas Polsek Medan Baru, mengatakan bahwa undangan yang dilayangkan Kapolresta Medan pun tidak diindahkan DKM dan kepengurusannya, untuk membahas permasalahan yang terjadi. 

AKP.Haryani sebagai Kanit Binmas Polsek Medan Baru turut hadir sebagai mewakili Kapolsek Medan Baru. Perwira ini mengatakan dan menyesalkan peristiwa yang terjadi Juli lalu sebagai bentuk ulah provokatif dan paham radikalisme, sehingga ketidaknyamanan terjadi didaerah sekitar Masjid Taqwa, Jumat 26/8/2016.

 

Sementara Camat Medan Polonia Aidal meminta kepada warga lingkungan 1 kelurahan Polonia, agar menaham emosi dan mampu memberikan kontribusi pemikiran guna penyelesaian permasalahan yang terjadi didaerah tersebut. Camat Polonia berjanji kepada warga akan menemui DKM  Mesjid Taqwa yang dipimpin oleh dr.Irfan. Camat menyayangkan sikap ormas yang dimaksud warga tersebut, dengan aksi main hakim sendiri yang dilakukan bulan Juli lalu. Camat berharap agar sutuasi keamanan disekitar wilayah tersebut turut dipantau bersama, dan segera melaporkan kepada pihak Kepolisian yakni Bhabinkamtibmas, agar dapat mencegah kejadian tersebut tidak terulang kembali. Pantauan MetroRakyat.com ada 20 warga lingkungan 1 sebagai perwakilan yang menjadi undangan pada acara silaturahmi Muspika, terkait pembahasan keamanan dan ketertiban pasca bentrok yang dilakukan ormas atau aliansi organisasi kemasyarakatan dan mengakibatkan seorang personil kepolisian Sektor Medan Baru mengalami luka serius.

Mesjid Taqwa berada persis diareal daerah Hermes Place Polonia. Lokasi TKP dimana Aiptu Oloan disekap OTK, Juli lalu. Foto diambil pada Jumat, 26/8/2016.

 

Sekedar mengetahui Polisi mengamankan tiga orang yang terlibat dalam aksi pengeroyokan personil Intelkam Kepolisian Sektor (Polsek) Medan Baru, Aiptu Oloan Sitinjak yang dianiaya puluhan orang tak dikenal (OTK) di Jalan Mongonsidi, Gang A, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia, tepatnya di belakang pusat perbelanjaan Hermes Place, Rabu (27/7/2016) malam.   Aksi penganiayaan yang dialami korban saat bertugas mengantisipasi kembali ributnya antara warga Lingkungan II, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia dengan pihak Masjid Taqwa yang tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 12.30 WIB. Di saat tengah duduk di warung tak jauh dari Masjid Taqwa tiba-tiba puluhan orang tak dikenal dengan mengendarai sepeda motor sambil menenteng kayu dan senjata tajam langsung menangkap korban sembari membawa korban ke dalam masjid. Tanpa adanya sebab puluhan OTK itu langsung menyekap dan menganiaya korban hingga babak belur. Namun nyawa sang polisi berhasil selamat setelah ratusan warga sekitar yang melihat anggota polisi tersebut disekap dan dianiaya puluhan OTK langsung beramai-ramai masuk ke dalam masjid membantu korban terhindar dari amuk para pelaku.

Sejumlah spanduk dipasang dipintu masuk Mesjid Taqwa, sehingga warga Lingkungan 1 Kelurahan Polonia resah, dan menduga aksi spanduk tersebut adalah ulah provokatif, Jumat, 26/8/2016.

 

Selain itu, Kapolsek Medan Baru, Kompol Ronni Bonic yang mengetahui anggotanya dianiaya pun juga turun ke lokasi untuk mengamankan pelaku. Walaupun korban berhasil diselamatkan, tetapi keributan sempat terjadi antara warga dengan beberapa pengurus BKM Masjid Taqwa karena diduga beberapa pengurus ikut dalam aksi penyekapan dan penganiayaan yang dialami personil Polsekta Medan Baru. Bahkan, ratusan warga juga meminta aparat kepolisian untuk segera menangkap pelaku. Karena Kondisi yang semakin memanas akhirnya personil dari Sabhara Polresta Medan dengan mengenakan seragam lengkap dan membawa senjata laras panjang langsung turun ke lokasi kejadian untuk memenangkan warga. Setelah dua jam melakukan mediasi akhirnya petugas berhasil membubarkan warga dan menyuruh para pengurus masjid untuk ke luar dari halaman masjid. Sebab para pengurus sempat ditahan oleh warga untuk tidak ke luar dari dalam masjid. (MR/Team).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.