Roller Coaster Leicester

Roller Coaster Leicester

Selama dua musim terakhir di Premier League, Leicester City seperti sudah mengarungi perjalanan penuh drama di sebuah wahana roller coaster.

Pada musim 2014-15 lalu Leicester berhak tampil di Premier League setelah mendapat promosi sebagai juara divisi Championship pada musim sebelumnya. Ini merupakan musim ke-47 The Foxes di level teratas kompetisi liga sepakbola Inggris.

Musim itu diawali Leicester, yang ketika itu ditangani Nigel Pearson, dengan hasil seri 2-2 di kandang sendiri ketika menjamu Everton. Kekalahan 0-2 atas Chelsea dan hasil seri lain (1-1) lawan Arsenal menjadi hasil Leicester di tiga partai awal 2014-15.

Pada Pekan 4 dan Pekan 5 Premier League 2014-15, Leicester sempat menggebrak dengan kemenangan 1-0 atas Stoke City yang dilanjutkan dengan kemenangan 5-3 atas Manchester United. Tapi setelah itu periode suram menghampiri.

Sejak Pekan 6 sampai Pekan 18 musim lalu, tiada satu kemenangan pun yang dipetik Leicester. Sejak Pekan 13 pada saat itu, posisi juru kunci pun sudah diakrabi dan sampai periode Natal mulai ada anggapan kalau Leicester tinggal menunggu nasib terdegradasi.

Rentetan kekalahan itu sempat terhenti pada Pekan 19-21, sekitar Natal dan awal pergantian tahun, lewat dua kemenangan dan satu hasil seri. Tapi itu belum mengubah posisi Leicester di dasar klasemen.

Titik balik Leicester di musim 2014-15 terjadi mulai Pekan 30, seiring kemenangan 2-1 atas West Ham United. Tiga kemenangan lain kemudian ditambahkan, membuat Leicester akhirnya merayap naik tak lagi jadi juru kunci setelah mengakrabinya selama Pekan 13-31.

“Apakah Leicester akan memperlihatkan salah satu aksi meloloskan diri paling hebat di era Premier League?” sebut sebuah judul artikel Guardian tertanggal 21 April 2015.

Jawabannya, ya, Leicester bisa. Di sisa musim lalu itu Leicester cuma satu kali menelan kekalahan lain, atas Chelsea di Pekan 34, dan kemudian menuntaskan musim di posisi 14 papan klasemen.

Selamatlah ‘Si Rubah’, membuat para suporternya bisa menarik nafas lega setelah mengarungi satu musim nan mendebarkan dalam melihat pergulatan tim kesayangan.

Posisi Leicester di Premier League 2014-15
19 pekan di posisi 20
2 pekan di posisi 18
3 pekan di posisi 17
3 pekan di posisi 16
2 pekan di posisi 15
3 pekan di posisi 14
1 pekan di posisi 13
2 pekan di posisi 10
1 pekan di posisi 9
1 pekan di posisi 7
1 pekan di posisi 6

Status tim yang lolos dari lubang jarum itu kemudian mengiringi Leicester menghadapi Premier League 2015-16, kali ini di bawah arahan Claudio Ranieri yang menggantikan Pearson. Niscaya tak banyak yang menduga akan ada perjalanan mendebarkan lain sudah menanti mereka.

Leicester membuka musim dengan dua kemenangan beruntun, membuat posisi satu klasemen sementara berhasil dipijak. Hasil seri 1-1 lawan Tottenham Hotspur di Pekan 3 belum mengusik posisi Leicester di puncak klasemen.

Kekalahan pertama Leicester musim ini kemudian lahir di Pekan 7, ketika tunduk 2-5 saat menjamu Arsenal. Hasil tersebut membuat Leicester menutup pekan tersebut dengan menempati posisi enam–yang pada prosesnya menjadi posisi terburuk Leicester musim ini.

Leicester bangkit dari kekalahan atas Arsenal itu dengan mantap. Hasil-hasil positif lain dirangkai dan timnya Ranieri bahkan sudah berhasil menguasai puncak klasemen lagi pada Pekan 13. Sejak itu Leicester tak pernah lagi terlempar dari posisi dua besar.

Sedari Pekan 22, Leicester bahkan bergeming dari puncak klasemen sampai akhirnya titel Premier League dipastikan pada Pekan 36, seiring hasil seri Tottenham Hotspur lawan Chelsea, Selasa (3/5/2016) dinihari WIB.

Untuk musim kedua secara berturut-turut Leicester telah membawa suporternya dalam sebuah perjalanan mendebarkan bak sedang naik roller coaster. Berbeda latar, dasar klasemen pada musim lalu dan puncak klasemen di musim ini, kedua kisah itu sama-sama berakhir dengan kegembiraan.

Posisi Leicester di Premier League 2015-16
25 pekan di posisi 1
5 pekan di posisi 2
4 pekan di posisi 3
1 pekan di posisi 4
2 pekan di posisi 5
1 pekan di posisi 6

“Rasanya sukar dipercaya. Saya belum pernah merasakan yang seperti ini. Musim lalu kami bersusah-payah untuk bertahan di liga dan hari Sabtu nanti kami akan mengangkat piala,” ucap penyerang andalan Leicester Jamie Vardy seperti dikutip Sky Sports.

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.