oleh

Pencarian Korban Awan Panas Sinabung Dilanjutkan Hari Ini

MetroRakyat.com  I  KARO — Tim SAR Gabungan Polri, TNI, dan Petugas BPBD Karo akan melanjutkan pencarian korban awan panas Gunung Sinabung pada Minggu pagi ini (22/5).  “Pencarian korban yang belum ditemukan akan dilanjutkan hari Minggu mengingat lokasi tempat kejadian cukup berbahaya dan cuaca sangat gelap,” kata warga Karo, Alexander, Sabtu malam (21/5), seperti dilansir Antara.

Dia mengatakan pencarian korban luncuran awan panas juga melibatkan ratusan warga dan aparat Desa Gamber. Tiga dari tujuh orang warga Desa Gamber, Kecamatan Namantran, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dilaporkan tewas dan empat lainnya kritis, akibat terkena luncuran awan panas erupsi Gunung Sinabung pada Sabtu pukul 17.48 WIB. “Beberapa orang korban meninggal dan mengalami luka bakar cukup parah sudah dievakuasi Tim SAR Gabungan ke RSU Karo,” ujar Alexander.

Alexander mengatakan guguran awan panas akibat letusan Gunung Sinabung cukup dahsyat dan mengejutkan warga yang berada di radius 4,5 Km.
“Warga Desa Gamber yang menjadi korban luncuran awas panas itu sedang lagi melaksanakan aktivitas berladang,” ujarnya. Bahkan, kata dia, sebagian warga Desa Gamber terpaksa lari tunggang langgang untuk menyelamatkan diri. “Sebagian rumah warga di Desa Gamber juga ada yang terbakar terkena luncuran awan panas dan dipenuhi material serta debu erupsi Sinabung,” tutur dua.

Daerah Desa Gamber termasuk kawasan zona merah dan dilarang untuk ditempati, namun sejumlah warga masih ada yang berladang di daerah yang berbahaya itu. “Sekarang ini ratusan warga Desa Gamber masih tinggal di lokasi penampungan di sejumlah posko di Kabanjahe,” kata Alexander. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan Gunung Sinabung dalam status Awas menyusul terjadinya erupsi dan luncuran awan panas yang menimbulkan tujuh orang korban yang tiga di antaranya tewas.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan masyarakat dan pengunjung atau wisatawan tidak dibolehkan melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak Gunung Sinabung. “Masyarakat dalam jarak 7 km untuk sektor selatan-tenggara, dalam jarak 6 km untuk sektor tenggara-timur, serta dalam jarak 4 km untuk sektor utara-timurlaut Sinabung sudah diminta dievakuasi ke lokasi yang aman,” tutur Sutopo dalam keterangannya, Sabtu (21/5). (Dean S/Gagasan Bangun/Int).

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini: