Munas Harley Davidson Club Indonesia Berlangsung Sukses
Merek Harley-Davidson merupakan merek sepeda motor besar legendaris dengan harga beli yang mahal. Meskipun demikian, merek ini tidak menjanjikan kemudahan penggunaan, kenyamanan, dan keamanan yang memanjakan para konsumennya. Namun mengapa para konsumennya tetap mengapresiasi merek Harley-Davidson secara positif?
MetroRakyat.com I MEDAN — Harley-Davidson Motor Company adalah pembuat sepeda motor Amerika Serikat yang bermarkas di Milwaukee, Wisconsin, United States. Perusahaan ini adalah salah satu dari 3 perusahaan pembuat sepeda motor Amerika yang masih tersisa, sisanya lagi adalah Victory) dan Sepeda Motor Cleveland & Cyclewerks). Perusahaan Harley Davidson sempat menjadi penghasil sepeda motor terbesar di dunia selama periode akhir Perang Dunia I hingga tahun 1928. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1903 oleh William S. Harley dan Arthur Davidson. Berkenaan hal itu, komunitas pecinta motor unik dan masih trendy itu yakni Harley Davidson Club Indonesia atau HDCI mengadakan Musyawarah Nasional ke 6 yang diselenggarakan di Hotel Grand Aston, Medan pada 27-28 Mei 2016. Kepada MetroRakyat.com, Ijeck H Musa Rajekckshah mengatakan bahwa Musyawarah Nasional ini melahirkan program-program baru untuk lebih memajukan komunitas bergengsi ini, disamping para pengurus pusat periode 2011-2016 kan berakhir jabatannya dalam pemaparan pertanggungjawabannya selama ini. Ijeck mengatakan, bahwa telah banyak hal-hal kegiatan positif yang dilaksanakan HDCI baik pusat maupun didaerah provinsi Sumatera Utara, Sabtu (28/5). Saat ini Ijeck dipercayakan memimpin pengurus daerah HDCI Provinsi Sumatera Utara.

Ketua Umum Harley Davidson Club Indonesia , Komjenpol (Purn) Nanan Soekarna dalam sambutan dan laporan pertanggungjawabannya mengatakan bahwa selama kepengurusan yang dipimpinnya telah banyak menciptakan kemajuan daripada sebelumnya. Ada beberapa hal yang menjadi terobosan HDCI dimasa kepemimpinannya, yakni ; sepanjang tahun 2011-2016 HDCI menjalin kerjasama dengan Kepolisian Republik Indonesia dan menjaga reputasi organisasi baik nasional maupun internasional. HDCI juga terdaftar sebagai salah satu anggota IMI (Ikatan Motor Indonesia). Lebih lanjut pria yang pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia mengatakan pencapaian yang diraih HDCI yakni ; kantor atau sekretariat HDCI berada di Jakarta telah dibentuk, penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga HDCI pada tahun 2012, mengembangkan sayap organisasi HDCI dibeberapa daerah sebanyak 16 pengurus daerah (Pengda) dan 41 pengurus cabang (Pengcab) dan 1 pengurus daerah HDCI di negara Los Angeles, California USA. Selain itu hal yang telah dicapai yakni ; peningkatan member HDCI memiliki kartu tanda anggota secara gratis semula berjumlah 897 menjadi 4625 member (red:anggota) yang terdaftar resmi. Lebih lanjut lagi Nanan mengatakan bahwa Indonesia Rally adalah salah satu kegiatan pre-event Indonesian Bike Week 2015 terlaksana dan diikuti, dan selama 5 tahun banyak event-event baru yang digelar oleh pengcab dan pengda. Kegiatan lainnya yakni bakti sosial selama 2011-2016 dan pendirian rumah singgah pendidikan, beasiswa pendidikan, ambulance gratis, serta tanggap bencana HDCI. HDCI juga berkolaborasi dengan Pemerintah dalam hal kesamaan tujuan seperti Indonesia Andal dengan menanamkan nilai-nilai Revolusi Mental. Saat ini HDCI telah memiliki media online tersendiri, juga HDCI sebagai organisasi motor besar dan yang terbesar di Indonesia resmi diakui sebagai club resmi oleh HDMC (Harley Davidson Motor Club). Dalam waktu dekat, HDCI juga akan dibentuk di negara Qatar dan Saudi Arabia, tandas Nanan dalam sambutannya.
Rangkaian kegiatan Musyawarah Nasional Harley Davidson Club Indonesia dirangkai dengan pandangan umum masing-masing peserta munas dari berbagai daerah, dan dari 57 kepengurusan baik cabang maupun daerah diwakili Yogyakarta, Kalimantan, Lombok, Bali, Sulawesi dan Sumatera Utara oleh Ijeck H.Musa sendiri. Dari beberapa perwakilan tersebut, menghasilkan pandangan umum yakni menyetujui laporan pertanggungjawaban kepengurusan Nanan Soekarna dan meminta Nanan agar maju kembali menjadi ketua umum periode 2016-2021. Pantauan www.metrorakyat.com dilokasi munas, lebih 3 ratus peserta munas antusias dan alot mengikuti tata tertib penyelenggaraan Munas.

SEJARAH SINGKAT TENTANG ORGANISASI HARLEY DAVIDSON CLUB INDONESIA (HDCI)
Setelah berakhirnya perang dunia Ke- II dan awal kemerdekaan Republik Indonesia, masyarakat telah mengenal salah satu kendaraan bermotor roda dua dengan merk Harley Davidson, yang merupakan peninggalan tentara sekutu dan Belanda di Indonesia. Kendaraan roda dua Harley Davidson tersebut pada saat itu umumnya digunakan di lingkungan instansi Militer dan Kepolisian sebagai kendaraan dinas untuk tugas- tugas pengawalan dan kurir. Selain itu kendaraan tersebut juga digunakan di perkebunan- perkebunan ex Belanda yang ada di Pulau Jawa dan Sumatera.
Berbekal dari pengalaman mereka yang pernah berdinas menggunakan kendaraan motor besar tersebut dan adanya sekelompok pecinta otomotif kendaraan roda dua serta yang memiliki kesamaan hobi untuk memelihara dan mengendarai motor besar tersebut maka mereka mulai mendirikan wadah perkumpulan dalam bentuk club-club motor dari berbagai jenis kendaraan seperti Harley Davidson, Norton, Triumph, BSA, dan lain-lain.
Perkumpulan atau club-club pecinta motor tersebut mulai berdiri, namun sifatnya secara sendiri-sendiri sesuai domisili kelompok yang ada di kota-kota besar baik di Pulau Jawa seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya dll maupun kota-kota besar lainnya diluar Pulau Jawa.
Di era tahun 1960-an para pecinta motor besar khususnya Harley Davidson yang berada di Jakarta mendirikan club Harley Davidson dengan nama Harley Davidson Club Djakarta (HCD), Harley Davidson Club Bandung (HCB), Harley semua itu merupakan embrio dari terbentuknya organisasi Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) yang ada pada saat ini.
Atas dasar kesamaan hobi dan semangat persaudaraan yang ada dari para pecinta Harley Davidson tersebut maka pada tanggal 13 Agustus tahun 1988 bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun Harley Davidson Club Jakarta di Jakarta tercetuslah keinginan bersama dari para pecinta Harley Davidson yang hadir dari berbagai daerah (Jawa, Bali dan Sumatera) untuk membentuk organisasi yang bersifat Nasional sebagai wadah tunggal dari berbagai club Harley Davidson yang ada.
Musyawarah Nasional Harley Davidson Club di Bandung pada tanggal 28 Mei 1990 menghasilkan keputusan yaitu membentuk organisasi sebagai wadah tunggal yang dinamakan Harley Davidson Club Indonesia (HDCI). Salah satu tokoh penggagas dan pendiri organisasi HDCI adalah Bpk. A. Sentani, SH, beliau yang aktif mempersiapkan dan memfasilitasi pertemuan dan penyelenggaraan pembentukan HDCI yang dilaksanakan di Bandung.
Selain beliau ada beberapa tokoh lainnya yang juga berperan aktif dalam proses pembentukan HDCI yaitu Letjend.TNI Dading Kalbuadi, Marsda.TNI. Ibnu Soebroto, Drs. H. Indrojojo Kusumo Negoro (Indro Warkop), Kolonel Polisi (Purn.) Suherman, dan lain-lainnya. Tokoh lainnya yang juga mempunyai andil besar dalam mengembangkan HDCI khususnya di DKI Jakarta adalah Brigjen TNI. Herman Sarens Sudiro, dengan semangat dan kerja keras beliau dalam memotivasi para anggota HDCI telah menjadikan HDCI DKI Jakarta menjadi barometer bagi pengembangan dan kemajuan HDCI yang ada di seluruh Indonesia
Sejak berdirinya club Harley Davidson di Indonesia pada tahun 1990 tersebut, HDCI sebagai organisasi motor besar Harley Davidson di Indonesia telah menunjukan aktifitasnya yang sangat positif bagi para anggotanya maupun masyarakat. Hal ini dapat dilihat melalui kegiatan-kegiatan yang bersifat touring dalam memperkenalkan potensi pariwisata, maupun kegiatan-kegiatan bhakti sosial guna membantu masyarakat yang kurang mampu dan membantu kegiatan penanggulangan korban bencana alam. (Peter/Fathlan).



