oleh

Ketua DPC Gerindra Medan Bobby Zulkarnaen : “Eldin & Akhyar Itu Yang Banyak Milih Pedagang K 5 ..loh”.

Jika dibina dengan baik, pedagang kaki lima (PKL) dapat berkontribusi besar untuk daerah. Dan untuk membina PKL bukanlah hal yang sulit, semuanya tergantung niat dan implementasi masing-masing pemerintah daerah.

MetroRakyat.com  I  MEDAN  — Pemerintah Kota Medan menunjukkan keseriusannya dalam menertibkan pedagang kaki lima (PKL) yang berada di Jalan Sutomo, Medan. Dana sebesar Rp 3,1 miliar yang bersumber dari APBD Pemkot Medan, dianggarkan untuk penertiban yang rencananya berlangsung selama 30 hari. Demikian keterangan yang diperoleh awak media dari Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, M.Sofyan beberapa waktu lalu. Terkait hal tersebut, Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerakan Indonesia Raya Kota Medan nyatakan sikap tegasnya bahwa Pemko Medan dianggap masih buta dalam tata kelola pasar. Demikian hal tersebut disampaikan Ketua DPC Partai Gerindra Kota Medan Bobby Zulkarnaen, Selasa (24/5) kepada www.metrorakyat.com di sekretariat DPC Gerindra Jalan Abdul Manaf Lubis, Medan. Bobby  untuk kesekian kalinya sangat menyesalkan ulah Pemko Medan menggelontorkan dana sebesar Rp.3,1 milar hanya untuk upaya penertiban PKL di kawasan Sutomo. “Kan itu besar dananya, coba saja Pemko Medan bisa lebih objektif menggunakan anggaran itu. Itu bukan uang mereka, Dzulmi dan Akhyar hanya diberikan kepercayaan untuk memimpin dan mengelola anggaran sebaik mungkin dan tidak memboroskan anggaran sebesar itu. Kan, dana sebesar itu juga toh bisa beli lahan buat buka lahan sebagai tempat mereka berjualan”, ujar Bobby. 

Masih kata Bobby “jika dibina dengan baik, pedagang kaki lima (PKL) dapat berkontribusi besar untuk daerah. Dan untuk membina PKL bukanlah hal yang sulit, semuanya tergantung niat dan implementasi masing-masing pemerintah daerah”. Selain itu sikap tegas DPC Partai Gerindra tidak hanya berhenti sampai disitu, Gerindra Kota Medan siap menerima aspirasi para pedagang kawasan Sutomo untuk lebih maju dan dekat dengan Pemko Medan dalam hal komunikasi terkait bagaimana nasib para pedagang kaki lima tersebut. 

Lebih lanjut Ketua DPC Gerindra Medan tersebut katakan, bahwa Walikota Medan harus mempertanggungjawabkan bagaimana kelak dengan nasib para pedagang kaki lima. Selain itu, tuntutan hidup saat ini tidaklah gampang karena disamping melambungnya harga sembako, maka Pemko Medan mau tidak mau berfikir objektif bagaimana dengan mengelola para PKL kawasan Sutomo tersebut, tanpa mengandalkan kekerasan atau upaya penertiban yang berlebihan. “Kan PKL di kawasan Sutomo itu banyak yang milih Eldin Akhyar sebagai walikota mereka. Nah..jangan dong mereka itu diperlakukan seperti manusia yang tak ada nilainya. Karena mereka itu adalah warga kota Medan ini juga”, ungkap Bobby tegas. 

“Penataan PKL adalah bentuk ekonomi kerakyatan. Biasanya penanganan yang dilakukan salah oleh pemda. Namun, itu tidak dilakukan demikian, kita sarankan lakukan penataan dengan membuat kawasan dan kantong-kantong PKL. Dan hal yang terpenting para PKL tersebut harus dilayani dan diperlakukan dengan terhormat dan bukan seperti penindasan atau penggusuran yang sering dilakukan oleh Pemko Medan”,  tandas Bobby. (S.Peter).

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini: