26 April Sidang Lanjutan PHI PT.Johnson & Johnson Indonesia Dengan Eks Karyawan

26 April Sidang Lanjutan PHI PT.Johnson & Johnson Indonesia Dengan Eks Karyawan
Bagikan

MetroRakyat.com | MEDAN – Sidang Perselisihan Hubungan Industrial (PHI) antara PT.Johnson & Johnson dengan mantan karyawannya RA, Senin(18/4/2016), akan dilanjutkan kembali Senin (26/4/2016) di Pengadilan Negeri Medan, Jalan Kejaksaan.

Pada sidang pemeriksaan bukti surat, yang dipimpin oleh  Hakim PHI yang diketuai oleh Nazar F Riady, SH, dan Hakim Anggota, Benry Sitinjak dan Budiono, memutuskan akan melanjutkan sidang pada Senin  Tanggal 26/4/2016 depan untuk mendengarkan keterangan saksi.

Sementara, Kuasa Hukum mantan karyawan PT.Johnson & Johnson Indonesia dari Sentra Keadilan, Ganda Putra Marbun, SH,MH mengatakan pada sidang senin tanggal 24 April 2016 mendatang, pihaknya akan menghadirkan dua orang saksi dari pihak RA untuk mendengarkan bukti rekaman suara antara RA dan HRD PT.Johnson & Johnson kepada majelis hakim.

” Untuk sidang berikutnya, akan digelar Senin depan, untuk mendengarkan keterangan dari  saksi-saksi pihak penggugat.” Ucap Ganda.

Sebelumnya, RA telah dianggap mengundurkan diri dari PT.Johnsons & Johnson Indonesia, yang mana perusahaan ini bergerak di bidang farmasi dan alat kesehatan asal Amerika dan  yang  memiliki kantor perwakilan di Jakarta.

Berdasarkan informasi yang diterima wartawan dari Ganda Putra Marbun, SH, MH selaku kuasa hukum RA dari Sentra Keadilan, bahwa permohonan pengunduran dari yang dilakukan kliennya adalah bukan atas keinginannya sendiri, melainkan atas anjuran pihak HRD perusahaan  saat diri RA  diundang hadir ke jakarta untuk meeting internal ke Jakarta pada Tanggal 24 Februari 2016 lalu.

“Saat itu RA ditawarkan untuk mengundurkan diri dari Perusahaan, oleh HRD  PT.Johnson & Johnson dengan dijanjikan jika RA mau membuat surat pengunduran diri maka akan diberikan pesangon layaknya karyawan yang di PHK. Selanjutnya, pada Tanggal 24 Februari 2015, RA kembali mengirimkan email kepada bagian HRD terkait penjelasan besarnya pesangon yang akan diterima setelah tidak bekerja disana lagi. Namun dia tidak pernah mendapatkan balasan email dari HRD.” Terang Ganda.

Kita dapatkan juga keterangan dari RA, bahwa HRD bernama Bernadete Wahapsari dan Damaris Triananda Purba. (Saat ini BW sudah tidak bekerja lagi di PT.Johnson & Johnson Indonesia), dan  pada Tanggal 26 Februari 2015 meminta agar RA segera membuat kembali surat pengunduran diri, karena masa pengunduran diri di Perusahaan tersebut one month notice(pemberitahuan 1 Bulan) sebelum berakhirnya masa kerja. Dan menambahkan bahwa pesangonnya sedang dihitung.

RA selanjutnya membuat surat pengunduran dirinya kembali melalui email kepada atasannya yang bernama Nancy Palliota yang merupakan warga negara Amerika yang berkedudukan di Singapura, dan direspon. Namun ketika itu juga dia malah kehilangan haknya sebagai karyawan. Janji yang dikatakan oleh HRD kepadanya ternyata juga hanya isapan jempol semata. Atas dasar itulah, akhirnya, kliennya mengadukan perusahaan PT.Johnson & Johnson Indonesia ke Perselisihan Hubungan industrial (PHI) Pengadilan Negeri Medan, pada tanggal 19 Januari 2016 lalu,  melalui Kantor Firma Hukum Sentra Keadilan, melalui kuasa hukumnya Ganda Putra Marbun, SH,MH. Dkk.(rosen)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.