Jejak Antara GAM dan ASNLF
METRORAKYAT.COM, ACEH UTARA – Berkaitan dengan sejarah kemerdekaan yang di impikan oleh masyarakat Aceh dahulu,yang sempat terjadi pemberontak dan perlawanan terhadap pemerintah RI oleh kelompok yang di bentuk dan di deklarasikan oleh tengku Muhammad Hasan Di Tiro di rimba Aceh tempo dulu, yang meminta Aceh pisah dari pemerintahan hingga hasilnya sampai ke meja perundingan MOU Helsingki, dan apakah nama kelompok yang di bentuk oleh Hasan Di tiro, berikut pertanyaan dan tanggapannya :
- Apakan ASNLF itu bukan GAM ?
“Kurben Politek”
ASNLF adalah Acheh/Sumatra National Liberation Front, didirikan sebagai nama lain GAM di luar negeri. Tengku Hasan di Tiro adalah Presiden ASNLF. Saat deklarasi Stavanger, ASNLF dan GAM berubah menjadi Pemerintah Negara Aceh (PNA). Setelah perdamaian di Helsinki, sekelompok pengungsi Aceh di luar negeri yang dulu bergabung dalam MP-GAM, membajak nama ASNLF, dan menggunakan nama tersebut untuk kepentingan mereka. Kelompok ‘ASNLF’ saat ini tidak mendukung perdamaian dan sering mengancam orang-orang yang tidak se-ide dengan mereka
Tanggapan “Zakaria Gombak”
ASNLF adalah Acheh-Sumatra National Liberation Front, nama yang digunakan oleh Tgk Hasan Tiro di luar negeri. Namun, pada awal deklarasinya di rimba Aceh beserta aktivitasnya, almarhum menggunakan lakap nama AM = Atjeh Meurdehka. Nama ASNLF digunakan resmi untuk komunikasi di luar negeri yang pada awalnya menggunakan nama serupa yaitu NLFAS (National Liberation Front of Acheh-Sumatra). Kemudian akronim tersebut diselaraskan menjadi ASNLF tanpa merubah satu katapun! Sedangkan nama GAM (Gerakan Aceh Merdeka) atau Free Acheh Movement mulai populer sejak pra dan paska Reformasi di Indonesia pada tahun 1998 an.
Sebagai informasi, Indonesia memberikan label GAM sebelumnya dengan nama negatif seperti GPK (Gerakan Pengacau Keamanan), GBPK (Gerakan Bersenjata Pengacau Keamanan) hingga GPLHT (Gerakan Pengacau Liar Hasan Tiro). Namun, nama GAM lah yang tetap bertahan hingga terjadi penandatangan nota kesepahaman MoU di Helsniki. Dalam dokumen bilingual MoU tersebut sangat jelas terang benderang tertulis bahwa yang menandatanganinya adalah antara Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka. Nah, ini sudah menjadi fakta kalau ASNLF itu bukan GAM melainkan para pengkhianat itu menggunakan nama ‘Free Acheh Movement’ untuk nama GAM sehingga sekaligus sebagai bukti bila GAM bukan ASNLF, begitu juga sebaliknya.
Singkatnya, dikatakan membajak nama bila dalam nota kesepahaman MoU Helsinki itu tertulis nama ASNLF. Begitu juga bila dikatakan ASNLF tidak mendukung perdamaian adalah pernyataan keliru. Saya yakin bahwa ASNLF sangat-sangat mendukung perdamaian namun konsep perdamaian dalam koridor Aceh (dapat) Merdeka.
- Kenapa dari pihak GAM menarik diri dari anggota UNPO?
“Kurben Politek”
GAM/ASNLF pernah non-aktif dalam organisasi UNPO beberapa saat karena perhatian penuh kepada pergerakan perjuangan di Aceh dan karena saat itu diplomasi melalui UNPO juga kurang efektif.?
Tanggapan “Zakaria Gombak”
Seperti habis manis sepah dibuang. UNPO mempunyai andil sejak awal membantu kampanye Aceh Merdeka diluar negeri. Bila dikatakan kurang efektif untuk apa Tgk Hasan Tiro menghabiskan energi, biaya dan waktunya untuk menjadi anggota dalam organisasi rakyat dan bangsa yang tidak terwakili tersebut?.
Organisasi itu bisa dimanfaatkan sebagai payung sekaligus advokasi di Internasional dalam bidang HAM. Bibit-bibit pengkhianatan memang sudah terdeteksi sejak dini.
- Kenapa perundingan RI/GAM bukan atas nama ASNLF?
” kurben Politek”
Dalam perundingan dengan pemerintah Indonesia, nama GAM yang digunakan karena nama itu yang dikenal oleh umum dan dunia internasional.
Tanggapan “Zakaria Gombak”
Ini membuktikan secara implisit memang GAM bukan ASNLF. Dengan kata lain bahwa tanpa sadar mereka menganulir nama yang di deklarasikan oleh Tgk Hasan Tiro serta di waktu yang sama mengkhianati hasil perjuangannya, dan ini sudah terbukti adanya.
- Apa diluar negara ada kantor GAM ?
“Kurben Politek”
GAM berpusat di Stockholm, Swedia, dan saat ini koordinator GAM adalah Tengku Bakhtiar Abdullah.
Tanggapan “Zakaria Gombak”
Sebaiknya tidak berpropaganda karena banyak rakyat Aceh sudah tahu kebohongan itu. Logikanya begini: bila memang GAM sebuah organisasi yang masih wujud, siapa ketua GAM dan dimana di daftar organisasi yang bernama GAM itu?.
Begitu juga bagaimana konstitusi GAM itu sendiri?. Setiap organisasi dimanapun juga di dunia ini memiliki sebuah konstitusi atau minimal mempunyai AD/ART nya. Bila tidak ada kejelasan maka bukan organisasi namanya melainkan propaganda belaka.
- Kenapa ASNLF sudah masuk lagi dalam UNPO?
“Kurben Politek”
Saat ini yang masuk kembali ke UNPO adalah kelompok yang tidak setuju damai dan membajak nama ASNLF dari GAM, mereka bukan GAM. Kelompok ini tidak di dukung oleh masyarakat ramai, sehingga memerlukan aksi-aksi agar dilihat orang ramai seolah-olah sedang berjuang di luar negeri.?
Tanggapan “Zakaria Gombak”
Sebagaimana sudah dijelaskan sebelumnya bahwa saya yakin bila ASNLF sangat-sangat mendukung perdamaian namun konsep perdamaian dalam koridor Aceh (dapat) Merdeka. Bila barometer pergerakan revolusi harus langsung di dukung masyarakat luas maka hal demikian tidak pernah ada terjadi di dunia ini.
Bukankah saat awal Tgk Hasan Tiro membuka mata orang Aceh pada tahun 1976 juga tidak di dukung oleh masyarakat luas Aceh. Namun apa yang terjadi setelah berganti regenerasi?.
Begitu juga kini, sejak di aktifkan kembali pada tahun 2012 lalu, aktivitas ASNLF secara bertahap telah bergerak, bahkan saya melihatnya hingga ke Aceh, dan kesemua itu tentu saja nantinya memerlukan waktu.
(Saleuem Merdeka – Di izinkan dicopy seluas-luasnya) Neu seuson ngoen neu djaweub seu eu Zakaria Gombak Simpatisan ASNLF di Malaysia
Di Kutip Oleh : Manzahari
Mahasiswa Hukum Universitas Malikussaleh
