Bank Indonesia Optimis Konsumsi Rumahtangga Meningkat
METRORAKYAT.COM, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) optimis kontribusi pertumbuhan ekonomi untuk indikator konsumsi masyarakat akan meningkat periode April-Juni atau kuartal II 2019. Meski begitu, realisasi pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan masih perlu dipantau dari sisi kinerja investasi swasta.
Gubernur BI, Perry Warjiyo mengungkapkan, tingkat konsumsi rumahtangga akan meningkat ketimbang kuartal I. Peningkatan tersebut akan ditunjang oleh momentum Ramadan hingga Lebaran. Selain itu, secara historis, memang biasanya roda perekonomian bergerak lebih kencang di bulan April-Juni, sehingga pertumbuhan ekonomi bisa lebih tinggi. “Biasanya memang kuartal II meningkat, hal ini terlihat dari survei ritel di sejumlah pasar, khususnya di restoran, hotel, maupun yang lain. Jadi konsumsi rumahtangga itu naik,” cetus Perry di Kompleks Gedung BI, Jakarta, Jum’at (31/5/19).
Kendati percaya diri bahwa kontribusi pertumbuhan ekonomi dari konsumsi rumahtangga akan meningkat, namun Perry belum bisa meramal seperti apa perekonomian Indonesia secara keseluruhan pada kuartal II nanti. Sebab, menurutnya, beberapa indikator penyumbang pertumbuhan masih harus dipantau. “Kami masih pantau investasi swasta. Dari angka impor sebenarnya menurun, tapi kredit modal kerja masih naik,” sebut orang nomor satu di bank sentral nasional.
Sebelumnya, Perry sempat mengatakan bahwa kemungkinan kinerja ekspor Indonesia akan melambat sepanjang tahun ini. Hal potensi itu muncul karena beberapa lembaga internasional memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia akan melambat. Salah satunya karena ketegangan hubungan dagang antara Amerika Serikat dan China kembali muncul. Selain itu, ada pergerakan harga komoditas di pasar dagang internasional.
“Kami tidak luruh negara. Bahwa sumber pertumbuhan dari ekspor ini semakin sulit dijadikan andalan,” jelasnya. (MR/JB Rumapea)

