Keluarga Korban Pelecehan Seksual di Bus Bintang Utara Minta Pelaku Minta Maaf

Keluarga Korban Pelecehan Seksual di Bus Bintang Utara Minta Pelaku Minta Maaf
Bagikan

METRORAKYAT.COM SIBOLGA – Keluarga Korban pelecehan seksual yang terjadi di Bus Bintang Utara tujuan Medan- Sibolga dengan Nopol BK 7436 DP yang terjadi, Kamis (30/05/19) meminta pihak perusahaan bus Bintang Utara mempertemukan pelaku pelecehan dengan keluarganya untuk meminta maaf secara langsung.

Hal itu disampaikan korban beserta keluarga pelecehan seksual karena sangat tidak berterima dengan tindakan yang dilakukan oleh salah seorang sopir bus di PT. Bintang Utara itu.

“Pihak perusahaan Bintang Utara jangan seolah anggap enteng gitu, saya mau mereka bertanggungjawab mempertemukan sopir mereka itu dengan keluarga saya, dan minta maaf secara langsung,”ucap Bunga (nama samaran korban) warga Kota Sibolga, kepada wartawan, Jumat (31/05/19).

Permintaan itu dilontarkan Bunga karena hingga saat ini ia masi trauma dan sangat tidak berterima peristiwa yang menimpanya dirinya.

“Sampai sekarang kalo teringat itu geram kali aku, nggak trima aku perlakuannya itu. Kalo ada anaknya perempuan, gimana perasaannya kalo dibuat sama anaknya gitu?. Terima nggak dia (pelaku)?,”ucap Bunga dengan nada bergetar menahan amarahnya.

Untuk itu, Bunga sangat berharap etikad baik dari perusahaan Bus Bintang Utara itu untuk menfasilitasi mempertemukan pelaku pelecehan dengan keluarga korban.

“Adalah etikad baik mereka (pihak bus Bintang Utara). Itukan sopir mereka, dan kejadian juga di bus mereka yang saya tumpangi. Saya mau mereka pertemukan pelaku dengan keluarga saya dan menyampaikan permintaan maaf langsung,”tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Seorang wanita asal Kota Sibolga penumpang bus Bintang Utara yang berangkat dari Medan menuju Kota Sibolga mengaku syok setelah menyadari bahwa didalam bus tersebut saat diperjalanan dirinya menjadi korban pelecehan seksual, Kamis (30/05/19).

Sementara itu, Ingot Hutagalung sopir bus yang ditumpangi Bunga saat ditemui di loket Bus Bintang Utara, Terminal Sibolga membenarkan peristiwa yang menimpa penumpangnya itu.

“Ia, mau gimanalah karena malu minta turun dia kami turunkanlah. Apalah mau kami bilang disitu, kalo mau nuntut nggak taulah kami itu, ke perusahaanlah, berurusan sama orang medan,”ucap Ingot.

Ingot juga menuturkan, bahwa pria yang melakukan pelecehan terhadap penumpangnya itu ia kenal bermarga Tampubolon dan merupakan salah seorang sopir Bus Bintang Utara.

“Nggak tau aku namanya, marganya Tampubolon, supir-supir Bintang ini juga dia itu. Dia dari medan memang mau ke kesini (Sibolga) tujuannya, memang kurang ajar itu,”katanya.

Selain itu, Ingot dan beberapa sopir bus lainnya yang ditemui diloket Bintang Utara itu mengaku bahwa pelaku pelecehan seksual tersebut memiliki ciri-ciri tangan cacat.

“Orangnya itu tangannya agak bengkok-bengkok itu,”tambahnya.(MR/RM)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.