Presiden Jokowi Ketahui Kasus Pemukulan Terhadap Muhammad Syahrizan.
MetroRakyat.com I MEDAN — Seputar kasus pemukulan dan penendangan oleh Oknum Polisi bernama Aiptu JMS ternyata berbuntut panjang. Kasus yang mendera Muhammad Syahrizan (17), di salah satu warung internet Bloody yang beralamat di jalan Raya Menteng, Medan itu, Rabu (3/8/2016), berbuntut panjang. Presiden Republik Indonesia Joko Widodo akan mengultimatum Kapolri dan Poldasu serta Polresta terkait kasus tersebut. Hal tersebut diungkapkan Muhammad Syahrizan alias Fauzan saat memberikan keterangan persnya kepada MetroRakyat.com di warung internet Bloody, Jumat (5/8/2016) sekira pukul 01.30 Wib dini hari. Korban pemukulan oleh oknum Polri itu mengaku baru saja dipanggil oleh Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Kamis (4/8/2016) sekira pukul 22.00 wib. Selama 2 jam lamanya, Fauzan diberitahu oleh Poldasu bahwa team pencari fakta atau team khusus dari Markas Besar Polri tiba di Medan pada Senin (8/8/2016), guna pengusutan terhadap korban pemukulan tragis tersebut. Lebih lanjut Fauzan mengharapkan keadilan juga ditengakkan bagi orang kecil, yang mungkin senasib sepertinya tidak lagi terjadi. Fauzan mengaku dipanggil oleh Petugas dari Poldasu berinisial Purba.

Seperti diberitakan sebelumnya Muhammad Syahrizan alias Fauzan adalah operator salah satu warung internet bernama Bloody Net di Medan. Syahrizan mengalami kekerasan, berupa pemukulan dibahagian wajah dan perut, dan penendangan oleh oknum polisi JSM salah seorang petugas di Polsek Medan Area, Rabu (3/8/2016) sekira pukul 07.20 wib. Kendati telah berdamai, kasus yang melibatkan oknum Polri tersebut dilanjutkan ke Propam Polresta, demi kepastian hukum, ungkap Kapolsek Medan Area, Kompol. M. Arifin. (MR/Team).
