Rusmian Simbolon : Guru Agama Pemersatu, Pewaris Tuhan
METRORAKYAT.COM, SAMOSIR – Keragaman suku, budaya, ras dan agama menjadikan Kabupaten Samosir sebagai Kabupaten tujuan Objek wisata yang majemuk dan hedrogen, religus. Karena kemajemukan tersebut sebagai warga Samosir yang baik seharusnya memiliki sikap bertoleransi, tidak saling menjatuhkan dan guru sebagai pendidik berkewajiban menjadi agen sosialisasi kepada generasi muda untuk mempertahankan solidaritas etnis yang ada di Kab Samosir.
Hal ini disampaikan Rusmian Simbolon yang merupakan Guru Agama di SD Negeri 3 Kec Pangururan Kab Samosir, saat di temui wartawan metrorakyat.com ini di sela kegiatan proses mengajar berlangsung.
Kerukunan Lintas Agama, Suku dengan Guru Agama se- Kab Samosir merupakan tolak ukur kemajuan daerah terutama Kab Samosir yang merupakan tujuan objek wisata dunia, sebutnya pada Selasa lalu.
Dimana setiap perhelatan yang dilaksanakan di Samosir selalu melibatkan tokoh-tokoh lintas Agama.
Dikatakan Rusmian, bahwa guru agama ini adalah pemersatu, pewaris , seharusnya dapat menjadi taula dan khususnya didalam kerukunan.Karena tanpa keimanan hal mustahil setiap kegiatan dapat berjalan dengan baik, makanya Tokoh Agama harus lah dilibatkan.
“Pemerinth Kabupaten Samosir harus melakukan dialog antar Agama dengan melibatkan guru Agama yang ada di lingkungan Pemkab Samosir,” katanya.
Rusmian menambahkan, kegiatan ini penting mengingat Samosir merupakan Kabuapten terbesar objek wisata dengan dihuni yang mayoritas Batak namun sangatlah ramah setiap wisatawan yang berkunjung di samping itu kemajemukan masyarakat, religius. Dan, para guru agama dapat berperan melakukan penguatan nilai-nilai keagamaan serta sebagai ujung tombak dalam merawat juga menjaga kekondusifan kerukunan antarumat beragama di Samosir ini.
Rusmian juga mengajak para guru agar dapat menanamkan dan menyuburkan nilai-nilai kebersamaan.“Kita tumbuhkan kesadaran untuk menemukan persamaan, tidak mengedepankan perbedaan. Kita ambil hikmah dalam perbedaan. Kita belajar mengenal melalui perbedaan,” .
Rusmian pun berharap para guru agama lintas agama di Smosir agar bersinergi membangun dan memelihara kekondusifan kerukunanan umat beragama.
Sementara Kepala SMA Negeri 1 Palipi, Drs Jhon Pangihutan Silalahi didampingi Kepala SMA Negeri Simanindo Berti Tumangger SPd, menambahkan hal yang sama.
Di sisi lain bahwa Pemkab samosir harus mendorong terlaksanannya kegiatan dialog antar umat beragama dengan mengundang Tokoh Politik, Pemuda, Utusan Gereja, Jiran Masjid, serta Guru Agama dan seluruh Kepala Sekolah yang ada di kab Samosir.
Selain itu juga peran serta tokoh politik sangat diharapkan untuk mendorong pemerintah agar ini dapat terlaksana. Hal ini menjaga agar wisatawan luar negeri maupun lokal tetap aman terjaga sesuai dengan harapan mereka,” bilang Silalahi.
Berti Tumangger hal senada juga mendukung kegiatan dialog tersebut disamping itu dapat menambah wawasan ilmu tentang kerukunan beragama.
Dengan pengertian rasa kebersamaan menjadi satu ikatan keluarga di Samosir.
Karena lanjut Berti, tanpa kerukunan beragama mustahil satu daerah aman damai. Maka kami selaku pimpinan di sekolah akan mendukung kegiatan yang sifatnya mendorong keberagaman kebersamaan demi kesejahteraan masyarakat melalui Objek Wisata Dunia. (MR/JB Rumapea)
