M dan S, Toke Kayu Ilegal di Duga Kebal Hukum di Kelurahan Besilam Baru
METRORAKYAT.COM | DUMAI – Pembalakan liar kembali marak di daerah kelurahan Besilam Baru, Simpang Pule dan Tanjung Penyebal kecamatan Sungai Sembilan kota Dumai.
Hal ini sesuai investigasi yang dilakukan oleh wartawan metrorakyat.com di daerah tersebut, Selasa,(8/5/18).
Amatan di lapangan, ada banyak pekerja yang menggunakan chain saw menebang kayu yang ada di Kelurahan Besilam Baru, anehnya kegiatan ini sudah berlangsung selama 8 tahun, namun seakan perangkat daerah setempat dan pihak penegak hukum seakan tutup mata.
Kayu hasil ilegal loging tersebut di olah membuat bahan jadi, papan dan broti. Saat wartawan mencari tahu si pemilik atau Penampung (Toke) yang menyuruh pekerja penebang kayu liar tersebut mengambil kayu di daerah itu, dengan jujur mereka mengatakan, bahwa ada dua orang, yang bernama Manto dan Sukry, sebagai pemilik gudang dan penimbun kayu olahan di tempat yang berbeda.
Manto di Purnama Kecamatan Dumai Barat, sedangkan Sukry memiliki gudang di Simpang Pule Kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai.
Dalam percakapan metrorakyat.com dengan para pekerja tersebut, salah seorang dari rombongan mereka yang meminta identitasnya di rahasiakan menyebutkan, menyarankan untuk menemui toke nya yang bernama Manto dan Sukry di Purnama.
“Jumpai bapak ajalah Manto dan Sukry di Purnama, nanti bapak diatur disitu, biasanya kalau ada datang aparat, cuma bertanya-tanya aja nya pak, setelah itu minta nomor HP nya, mantau-mantau dan langsung pulang,” katanya.
Adapun modus operandi yang dilakukan kedua orang tersebut adalah dengan memberikan modal bekerja dilapangan kepada para tukang chain saw, setelah kayu tersebut diolah menjadi papan dan broti, mereka menghitung harganya per ton dilapangan dan dihanyutkan melalui anak sungai, dan setelah di daratan baru anggota gudang menjemput bahan tersebut dan membawa kegudang dengan gerobak motor yang sudah disediakan oleh Manto.
Ketika hal itu dikonfirmasi kepada Kapolres Dumai via telpon selulernya, Rabu (09/05/2018) pagi, nada selulernya tidak tersambung.(MR/poniman)
