Anggota DPRD Medan Ini Minta Pecat Oknum AU yang Bertindak Kriminal
METRORAKYAT.COM | MEDAN – Aksi perampokan yang dilakukan tujuh oknum anggota TNI dari satuan Kosekhanudnas III Medan terhadap korbannya berinisial V (37) warga Jalan Sunggal Komplek Sumerset, Selasa (31/10/17) malam, selain sudah membuat malu korps TNI AU, juga telah mencoreng nama baik korps.
“Selaku prajurit mereka itu tugasnya bela negara, menjaga keamanan negara, ini malah melakukan tindakan kriminal. Jelas tindakan tidak terpuji ketujuh oknum ini sudah mencoreng dan membuat malu korps TNI AU. Karena itu, selaku anggota DPRD Medan kita minta kepada POM AU agar menindak tegas dan memecat para pelaku. Sementara tiga pelaku lainnya yang berhasil melarikan diri juga harus segera ditangkap dan ditindak tegas,” tegas Sekretaris Fraksi PPP Irsal Fikri S Sos, Kamis (2/11/17) mengkritisi oknum prajurit TNI AU yang tertangkap petugas kepolisian setelah melakukan perampokan beberapa hari lalu.
Anggota Komisi B ini berharap, dengan kejadian itu, pihak AURI harus memperketat seleksi penerimaan calon prajurit. “Tindakan mereka itu benar-benar kriminal murni. Jadi ke depan, saat menyeleksi prajurit harus benar-benar diperketatlah, agar tidak terjadi hal seperti ini lagi yang membuat malu TNI AU,” sarannya.
Jadi jika ada alasan gaji TNI itu kecil lalu mereka melakukan tindak kejahatan seperti itu, itu tidak bisa dibenarkan. Mereka itu aparat. Banyak juga kok tentara gajinya kecil namun mereka tidak melakukan kejahatan. Berarti ini ada yang salah. Kita sangat menyesalkan peristiwa ini.
Seharusnya, lanjutnya, sebagai prajurit mereka harus melindungi negara. Bukan malah menjadi maling. “Jangan-jangan mereka ini dilindungi oknum aparat juga. Karena kejadian begal di Medan juga terindikasi dilindungi aparat. Jadi bukan tidak mngkin mereka ini dilindungi oleh oknum-oknum aparat,” tegasnya.
Berdasarkan informasi, tujuh pelaku merampok korbannya di Jalan Sunggal Komplek Sumerset, Sunggal tepatnya depan pos security Selasa (31/10/17) sekira pukul 21.00 wib.
Ketika itu, korban bersama suaminya berinisial A, melintas di Jalan TB Simatupang tepatnya dekat Pinang Baris dengan mengendarai mobil Innova warna putih BK 1772 VQ. Lalu, satu unit mobil Grand max warna putih memepet mobil korban, namun korban tidak mau berhenti.
Pelaku terus mengejar mobil korban. Setelah mobil korban masuk ke komplek Sumerset mobil korban kembali dihentikan sehingga korban turun. Namun tiba-tiba beberapa oknum pelaku langsung turun dari dalam mobilnya dan mendorong korban masuk kembali ke dalam mobil sambil menarik tas milik korban dan berhasil mengambil isi tas yang berisi uang tunai Rp 70.000.000.
Karena korban melakukan perlawanan maka pelaku menampar muka korban dan menekan kepala korban ke mobil. Masyarakat yang berada di sekitar dan melihat kejadian membantu korban sehingga satu pelaku berhasil diamankan. Sedangkan pelaku lainnya berhasil melarikan diri. Namun tiga pelaku lain berhasil dikejar dan diamankan warga di komplek Lacoste.
Para pelaku yang belakangan diketahui kesemuanya anggota TNI AU itu diamankan ke Den Intel yang saat itu ada di TKP untuk diserahkan ke POM AU.
Pelaku yang tertangkap, yakni berinisial MY pangkat Prada AP, Prada, E, Prada, P, Prada. Sedangkan yang melarikan diri, berinisial S pangkat Kopda, R, berpangkat Praka, EK Pangkat Prada. Kesemuanya berasal dari satuan Kosekhanudnas III Medan.(mr10/red)




