Akses Film Porno Masuki Kalangan Pelajar, Kepala SMPN 16 Medan Larang Siswa Bawa HP

Akses Film Porno Masuki Kalangan Pelajar, Kepala SMPN 16 Medan Larang Siswa Bawa HP
Bagikan

METRORAKYAT.COM | MEDAN – Maraknya film porno yang dengan mudah dapat diakses melalui fasilitas Internet membuat Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 16 Medan, Dra.Hj.Irnawaty,MM mengeluarkan peraturan bagi seluruh murid-muridnya untuk tidak membawa Handphone ke sekolah tanpa terkecuali.

Peraturan yang dikeluarkan yakni tidak boleh membawa handphone ke Sekolah selama jam pelajaran. Peraturan tersebut juga sebelumnya telah disosialisasikan langsung oleh wali kelas kepada murid, dan memberikan surat persetujuan orangtua murid untuk tidak mengijinkan anak mereka membawa Handphone (HP) kesekolah.

“Surat persetujuan bersedia tidak membawa Handphone (HP) telah kita bagikan kepada orangtua untuk ditanda tangani. Ketika ada murid kedapatan membawa HP ke sekolah, maka tidak segan-segan kami akan menahan HP tersebut dan memberikan sanksi atau peringatan kepada murid tersebut,” tegasnya.

Irnawaty menjelaskan, kalau di sekolah yang dipimpinnya sosialisasi untuk tidak membawa HP sudah tiga bulan yang lalu dilakukan pihaknya. “ Alhamdulilah, sejak larangan itu kami keluarkan, sampai sekarang belum ada murid SMPN 16 Medan yang diketahui membawa HP, baik itu laporan dari wali kelas maupun temuan guru,” sebutnya.

Dijelaskan lagi, selain masalah film porno, masalah narkoba juga menjadi salahsatu perhatian serius bagi pihak sekolah. Untuk itu, SMPN 16 Medan tetap memberikan penjelasan dan pandangan bagi murid untuk tidak terpengaruh untuk menggunakan narkoba. “ Mereka inikan masih labil, usia mereka masih muda, sehingga selalu ingin mengetahui hal-hal baru. Untuk itu, kami melakukan sosialisasi tentang narkoba, dan bahaya serta efek negatif barang haram tersebut,” ucap Irna.

Sambung Irnawaty lagi, sosialisasi dilakukan baik pada saat kegiatan belajar mengajar diruangan kelas, ekstrakurikuler, saat olahraga dan setiap ada diskusi kelompok dengan murid. Kepala Sekolah tersebut juga berharap agar para orangtua murid turut serta memperhatikan aktivitas anak-anak dirumah. Orangtua dapat member tambahan kegiatan lainnya seperti kursus, dan olahraga, untuk mengarahkan kegiatan anak-anak mereka kearah yang positip dan tidak pergi bermain ke warnet.

“Jaman semakin canggih, pengawasan dari orangtua juga sangat berperan penting bagi perkembangan anak  diluar sekolah. Kalau saya setuju jika anak-anak dibatasi pergi keluar rumah untuk bermain warnet dan jangan terlalu dimanja dengan memberikan handphone fasilitas canggih, karena kasih sayang orangtua bukan hanya ditunjukkan dengan pemberian yang terlalu berlebihan,”sebutnya.

Sementara itu, mantan Rektor Universitas Sutomo, Ramli Marpaung ketika dikonfrimasi  melalui selulenya terkait maraknya film porno yang dapat merusak mental anak muda menjelaskan agar semua pihak berperan untuk menjaga keluarga mereka masing-masing agar tidak terpengaruh film porno. “ Hal yang paling tepat agar semua pihak mampu membatasi dengan menyaring film-film yang ditanyangkan baik di televisi atau juga memberikan penjelasan tentang film yang layak ditonton dan yang tidak,”terang Ramli.

Disatu sisi, Ramli menambahkan agar pemerintah melalui Dinas Kominfo untuk memverifikasi tanyang-tayangan film yang mengandung unsur pornografi.

Selain itu, Ramli juga mengatakan, bahwa peran Kepala Lingkungan, Lurah, Camat, pihak Kepolisian dan pemerintah untuk mengawasi setiap kegiatan yang mencurigakan di lingkungan tempat mereka masing-masing, karena narkoba juga salah satu penyebab yang paling meresahkan dan menghancurkan generasi muda setelah film porno.(MR10/red)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.