Ekonomi Lumpuh dan Akses Terputus Di Sumatera, David Roni G Sinaga Desak Pemerintah Tetapkan Bencana Nasional

Ekonomi Lumpuh dan Akses Terputus Di Sumatera, David Roni G Sinaga Desak Pemerintah Tetapkan Bencana Nasional
Keterangan foto: Sekretaris Komisi III DPRD Kota Medan, David Roni G Sinaga, SE yang juga politisi PDI Perjuangan Kota Medan. (metrorakyat.com)
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Rentetan bencana banjir bandang, longsor hingga gempa yang melanda tiga provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh dinilai harus menjadi perhatian serius pemerintah pusat.

Musibah besar yang telah merenggut ribuan korban jiwa dan korban hilang ini disebut tidak bisa dipandang sebagai bencana alam biasa.

Anggota DPRD Kota Medan, David Roni Ganda Sinaga, SE menegaskan pentingnya pemerintah segera menaikkan status menjadi bencana nasional demi penanganan yang lebih cepat dan terkoordinasi. Hal itu disampaikannya kepada wartawan, Jumat (5/12).

Sekretaris Komisi III DPRD Kota Medan itu menyebut, dampak bencana yang terjadi sejak akhir November lalu bukan hanya merendam dan menghancurkan ribuan rumah warga, terkhusus di provinsi Sumatera Utara dan kota Medan. Banjir juga telah merusak total berbagai infrastruktur, menewaskan ternak, serta memutus aktivitas pertanian. Kondisi ini menyebabkan kelumpuhan ekonomi di tiga wilayah terdampak.

“Meski pemerintah bersama relawan telah bekerja keras, masih banyak warga di pengungsian yang kelaparan karena bantuan belum menjangkau lokasi. Eksekusi di lapangan sangat lambat akibat akses yang terputus, sementara ribuan masyarakat bertahan hidup seadanya,” ujar politisi PDI Perjuangan tersebut.

Berdasarkan laporan Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, korban meninggal hingga saat ini tercatat 867 orang, sementara 527 lainnya masih hilang dan dalam pencarian.

Data BNPB yang dipublikasikan di sejumlah media juga merinci antara lain:
Korban meninggal: 867 orang
Korban hilang: 521 orang
Korban luka-luka: 4.200 orang
Rumah rusak: 121 ribu unit
Kabupaten/kota terdampak: 51 daerah.

BNPB juga mengungkapkan bahwa korban tewas terbanyak berasal dari Kabupaten Agam, Sumatera Barat dengan 156 jiwa. Sementara jumlah warga mengungsi mencapai 835 ribu orang, dengan pengungsi terbanyak berada di Aceh Tamiang sebanyak 281,3 ribu jiwa.

Selain itu, kerusakan fasilitas umum tercatat sangat parah, 405 jembatan rusak, 270 fasilitas kesehatan, 509 fasilitas pendidikan, serta 1.100 fasilitas umum turut terdampak.

Melihat skala kerusakan yang begitu besar, David Roni mendesak pemerintah pusat tidak lagi menunda penetapan status bencana nasional.

“Dengan status bencana nasional, penanganan bisa jauh lebih maksimal dan terkoordinasi antarinstansi. Ini menyangkut nyawa dan masa depan ratusan ribu warga,” tegasnya.(MR/Irwan)

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Metro Rakyat News