SDN 102051 Mangga Dua Giat Keagamaan Bulan Ramadhan, Kepsek Tety : Kita tanamkan Jiwa Bersedekah

SDN 102051 Mangga Dua Giat Keagamaan Bulan Ramadhan, Kepsek Tety : Kita tanamkan Jiwa Bersedekah
Bagikan

METRORAKYAT.COM, SERGAI – Bulan suci ramadhan yang penuh berkah, Sekolah Dasar Negeri (SDN) No. 102051 Desa Mangga Dua, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Provinsi Sumatera Utara (Sumut), terus melaksanakan berbagai kegiatan rutin keagamaan.

Kegiatan keagamaan itu dibimbing langsung oleh Kepala SD Negeri No. 102051 Mangga Dua, Tety Anwariaty Hasibuan, S.Pd bersama para guru – guru di sekolah seperti Tadarus, sholat Dhuha untuk kelas IV, V dan VI. Sedangkan untuk kelas rendah yaitu kelas I, II dan III pembacaan Iqra dan ayat suci Al Qur’an.

“Tujuan kegiatan ini untuk melatih anak – anak didik agar cinta Al Qur’an. Di bulan suci ramadhan yang penuh berkah ini kita ajarkan dan tanamkan kepada siswa tetap tingkatkan membaca Al Qur’an dan ibadah serta bersedekah,” kata Kepala SDN 102051 Tety Anwariaty Hasibuan kepada Metrorakyat.com, Sabtu (23/3/2024) saat berbincang di ruang kerjanya.

Tety menyampaikan, pembelajaran religi selama bulan suci ramadhan, kami pihak sekolah memang terus melaksanakannya yang sesuai dengan visi misi Bupati dan Wabup Sergai yaitu Mandiri, Sejahtera dan Religius.

Semua itu sesuai dengan surat edaran dari Disdik Sergai, kegiatan – kegiatan agama untuk bulan ramadhan harus ditingkatkan, dan itulah menjadi pedoman kami di SD Negeri No. 102051 membuat berbagai kegiatan keagamaan di sekolah.

Selain itu sambung Kepsek Tety, kami pihak sekolah juga menggelar giat infaq bulan ramadhan. Jadi ini semua melatih anak – anak itu untuk peduli dengan orang lain (sesama) dengan teman.

Jadi, apabila ada orang tua teman siswa yang meninggal dan ibunya, tentunya dengan pencahayaannya nanti kita bawa para siswa satu kelas itu pergi bertakziah ke rumah duka.

“Nanti tim kelas itu kalau ada temannya sakit mereka juga kumpul seikhlas hati, ada kasi saran beli buah, gula atau roti untuk dibawa, tetapi itu harus izin dari kepala sekolah,” bilang Tety.

Kegiatan berinfaq ini sebut Tety, adalah memang salah satu pembelajaran agama apalagi di bulan suci ramadhan. Jadi kita tetap tanamkan pembelajaran kunci ikhlas kepada anak – anak di sekolah.

Selama kami membuat giat infaq untuk bersama di sekolah ini, Alhamdulillah orang tua siswa itu sendiri mendukung, karena kita sifatnya berinfaq seikhlas hati dan tidak ada ditetapkan harus memberi.

“Kadang ada yang berinfaq lima ratus rupiah sisa dari jajan mereka, dan kalau bisa jangan minta sama orang tua, ada juga yang tidak bayar juga tidak apa – apa pak,” terang Tety.

Tety juga menjelaskan, semenjak dirinya masuk dan menjadi Kepala Sekolah di SD Negeri 102051 ini, dirinya tetap menanamkan jiwa berinfaq dan ikhlas. Jadi berapapun nominal infaq siswa itu semua setelah kita kumpul dari kelas – kelas, nanti hasilnya dibagi kepada berapa orang jumlah anak yatim yang ada di sekolah ini.

“Setiap tahun di bulan ramadhan kita bagi tali asih, biasanya minimal lima puluh ribu rupiah per siswa anak yatim dan bisa lebih tergantung jumlah dana terkumpul. Bukan hanya dari siswa aja, guru – guru di sekolah ini juga menambahkan dan pemberiannya disaat buka puasa bersama di sekolah,” ungkapnya.

Kepala Sekolah yang menjelang pensiun itu menambahkan, kegiatan berinfaq ini bukan selama bulan ramadhan saja, pada hari – hari biasa juga kami laksanakan infaq anak – anak untuk Geser Muse merupakan salah satu program Bupati Sergai.

“Saya tanamkan kepada anak – anak, kalau berinfak itu jangan mengharap balasan, jangan mengharap nama. Jadi yang kita kumpul itu untuk membangun sekolah yang belum ada punya mushola. Jangan kalian berfikir berinfaq itu sampai di sini aja, kita berinfak kalau bisa sampai tua, sebab jikalau mushola itu dipergunakan pahalanya tetap akan mengalir sampai kita meninggal,” kata Tety.

Nah lanjut Tety, kita terus memberikan pembelajaran seperti itu kepada anak – anak di sekolah ini untuk kebersamaan. Jadi anak – anak dapat mengerti apa sih manfaatnya berinfak. Dan berinfaq itu bukan harus uang atau material, tenaga yang kita berikan juga termasuk berinfaq dan bersedekah seperti gotong royong.

Harapan saya kedepannya, siapapun nanti yang memimpin di sekolah ini yang penting bisa memajukan sekolah ini lebih baik lagi dari yang saya buat.

“Yang bagus kiranya dapat dipertahankan dan ditingkatkan agar kedepan sekolah ini lebih baik dan maju, baik itu siswa dan guru serta lingkungan sekitar sekolah terjaga kelestarian, keindahan dan kebersihannya,” harap Kepsek Tety. (MR/AS)

Metro Rakyat News