Aksi Demo di Komplek MMTC Berbuntut Panjang, Ruko Dilempari OTK dengan Kotoran Hewan dan Sayuran Busuk
Metrorakyat.com | MEDAN – Aksi demo seratusan warga yang menolak diberlakukannya Parkir Lingkungan (Parling) di Komplek Medan Mega Trade Center (MMTC) Jalan William Iskandar, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang pada selasa (2/5) pagi lalu berbuntu panjang.
Pasalnya, kamis(4/5) dini hari rumah toko (ruko) yang dijadikan sebuah kantor di Komplek Perumahan MMTC Bloc C No. 37 milik Effendi dilempari oleh orang tak dikenal (OTK) kotoran hewan yang dicampur dengan sayur – sayuran busuk.
Pada pantauan wartawan melalui CCTV yang berada di sekitar ruko tersebut, aksi pelemparan kotoran ini terjadi, sekira pukul 00.30 WIB dimana 3 orang pelaku yang berjenis kelamin pria yang mengenakan baju kaos warna hitam dan memakai celana pendek warna putih dan memakai penutup kepala (sebo-red), mengenakan jacked lengan panjang warna abu-abu dan memakai celana panjang warna hitam serta memakai sebo dan seorang pelaku memakai jacked warna putih bertopi serta memakai celana panjang warna hitam, datang ke lokasi sembari membawa goni plastik berisi kotoran.
Selanjutnya pelaku meletakkan goni tersebut di depan ruko, lalu secara serentak melemparkan kotoran tersebut ke pintu dan tembok ruko milik effendi. Hanya beberapa detik melancarkan aksi terornya itu, para pelaku langsung lari meninggalkan lokasi tersebut.
Sekira pukul 06.00 WIB Effendi datang ke lokasi ruko miliknya, sontak korban langsung terkejut lantaran mendapati pintu dan tembok ruko miliknya kotor dan mengeluarkan aroma yang tak sedap. Selanjutnya korban melaporka kejadian tersebut ke Polsek Percut Sei Tuan.
Tak lama Kanit Reskrim Iptu Philip Purba bersama anggotanya tiba di lokasi dan langsung melakukan penyelidikan. Selanjutnya Kanit menuju ke ruko milik warga yang lain yang berdekatan dengan ruko korban , guna mengecek rekaman CCTV. Setelah itu Iptu Philip Purba mengarahkan korban untuk membuat laporan terkait teror tersebut.
Effendi ketika diwawancarai wartawan dilokasi mengatakan, ia menduga kuat jika aksi pelemparan kotoran tersebut ada kaitannya dengan demo penolakan Parkir Lingkungan (parling) kemarin. Sebab saat berlangsungnya demo, seorang warga dianiaya preman bayaran yang diduga suruhan pengembang.
“Saya sangat yakin pelemparan kotoran tersebut ada kaitannya dengan aksi demo waktu itu. Sebab saya sering mendapat telepon dari OTK guna meminta saya dan warga yang lain untuk tidak memprotes terkait parling itu. Pasti pelakunya merupakan orang suruhan “pengembang”ungkapnya.
Dengan adanya teror itu sambung korban, ia sangat berharap supaya polisi dapat menangkap pelakunya dan otak yang memerintahkan teror tersebut.
“Tadi Kanit Reskrim sudah cek TKP dan melakukan penyelidikan. Saya ingin petugas dalam waktu dekat berhasil meringkus pelaku dan otak dari semua ini guna mempertanggung jawabkan perbuatannya.” Harapnya.
Sementara itu Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan, Iptu Philip Purba ketika dikonfirmasi mengatakan jika pihaknya sudah mengetahui gambaran pelaku ataupun ciri – cirinya pelaku lewat rekaman CCTV. Pihaknya akan menyelidiki apakah aksi teror tersebut ada kaitannya dengan aksi demo dan penganiayaan terhadap seorang warga atau tidak.
“Kita akan fokus terhadap laporan warga yang bernama Hendri yang dianiaya kemarin. Kemudian kasusnya kita kembangkan untuk meringkus pelaku penganiayaan serta ke arah otak pelaku di balik semua ini.” Katanya dengan tegas.
Sebelumnya saat berlangsungnya aksi demo, seorang yang bernama Hendri (38) dianiaya sejumlah preman bayaran yang diduga suruhan dari pengembang komplek MMTC. Korban pun sudah melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Percut Sei Tuan, Rabu (3/5/17) sore yang tertuang dalam Nomor : STTPL/987/K/V/2017/SPKT Percut. (MR/nadeak)
