Anak Dicabuli dan Bapak Dianiaya

Anak Dicabuli dan Bapak Dianiaya
Bagikan

MetroRakyat.com  |  MEDAN – Pepatah “Sudah Jatuh Tertimpa Tangga”, kali ini menimpa Heru Silaban (usia 40 tahun) warga Tanjung Pinang, Kepulauan Riau yang tinggal sementara di Jalan Tanjung Gusta, Desa Sukadono, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara. Pasalnya, ayah dua anak ini menjadi korban pengeroyokan pria bermarga Situmorang dan keluarganya, karena Heru Silaban (korban penganiayaan) mengetahui, kalau anak sulungnya berinisial GS (usia 11 tahun) menjadi korban pencabulan oleh orang yang masih kerabatnya sendiri. Akibatnya, korban bersama anaknya GS, melaporkan kasus pencabulan dan penganiayaan ke Mapolsek Sunggal, Jumat (28/4/2017).

Kepada wartawan yang menemuinya dihalaman Polsek Sunggal, Heru Silaban menceritakan kisah memilukan yang menimpa-nya dan anaknya. Berawal dari pengaduan anaknya (GS) yang mengeluh kalau kemaluannya sakit saat buang air kecil. Mendengar hal itu, korban menginterogasi anaknya.

Setelah mendengar ucapan anaknya, Heru sangat terkejut dan berupaya mengkonfirmasi pengakuan anaknya kepada Situmorang. Karena sudah tak bisa mengelak, akhirnya Situmorang mengakui, kalau dirinya telah berbuat asusila pada GS (keponakannya sendiri). Atas kasus asusila itu, pelaku meminta berdamaian pada korban (Heru), supaya tidak melaporkan kasus cabul ke Polisi.

“Mereka (Situmorang) minta damai bang, aku nggak mau lah. Tega kali dia gitukan anak aku. Padahal masih anaknya juga anak ku ini, tutur dengan nada geram.

Karena menemui jalan buntu, pelaku yang memiliki empat anak dan keluarga pun emosi dan memukuli korban bersama-sama hingga korban mengalami luka dibagian wajah dan pelipis mata yang robek. “Isteri Lae itu pun disitu tadi pas aku dipukuli,” sebut Heru, seraya mengakui kalau dirinya dan anaknya baru satu minggu menumpang dirumah Situmorang.

Sedangkan anak laki-laki berusia 11 tahun (GS) saat ditanyai wartawan mengakui, dirinya sudah berulang kali dicabuli pelaku (Situmorang) ketika sedang tidur. “Udah sering bang, aku malu mau bilang sama bapak. Pas aku tidur dia datang megang-megang anu aku” ucapnya.

Pada Kamis (27/4/2017), GS kembali dicabuli Situmorang saat ayahnya tidak berada dirumah. Lantaran sudah tak tahan dan merasakan sakit, GS memberanikan diri memberitahukan perbuatan pamannya tersebut.

Secara terpisah, Kanit Reskrim Polsek Sunggal Iptu M Nur Istiono saat dikonfirmasi menegaskan, kedua korban sedang membuat visum untuk melengkapi berkas laporannya. “Keduanya sedang kita arahkan membuat visum ke rumah sakit,” ungkapnya. (MR/RED).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.