PK5 di Jalan Sei Sikambing, Simpang Jalan Gatot Subroto Buat Pesona Kota Medan Kumuh

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Sepertinya ulah para pedagang kaki lima (PK5) yang berjualan di Jalan Sei Sikambing simpang Jalan Gatot Subroto kelurahan Sei Sikambing C-2 Kecamatan Medan Helvetia Kota Medan semakin membuat kesal warga pengguna jalan, sebab, selain menjadi sumber kemacetan, para PK5 juga semakin bertambah hal ini diperparah lagi dengan berjualan sampai ke badan jalan. Hal ini seperti terlihat pada Rabu (9/8) sekitar pukul 09.00 Wib.
Hasil konfirmasi yang dilakukan awak media kepada Lurah Sei Sikambing C-2, Roberto Jusuf Nadeak, S.STP, mengaku jika pihak nya berulang kali sudah menghimbau PK5 untuk tidak berjualan di badan jalan tersebut.
“Uda kami himbau untuk tidak berjualan bg. Untuk penegakan dispilin pol pp bg,”sebutnya. Roberto juga malah berharao agar pasar Sei Kambing dapat direlokasi ke daerah yang lebih layak lagi. ” Aku semangat kali kli itu bg dialokasikan pajaknya ke tempat lain,”harapnya lagi.
Kepala Satuan Pol PP Kota Medan, melalui bidang penertiban umum, Wandro Malau mendapat informasi tersebut kepada wartawan menjelaskan akan segera melakukan penindakan dan penertiban.
“Trm.ksh info nya.. kita tindak lanjut segera dan koord dngn pihak kec dan kelurahan,”tulisnya pada WhatsApp pribadinya.
Sementara itu, Sekretaris Camat Medan Helvetia, Hotler saat ditemui diruangannya mengatakan jika para pedagang kaki lima bukanlah warga kecamatan Medan Helvetia. Dia juga menegaskan jika pihak kecamatan tidak pernah memberikan izin kepada para pedangang untuk berjualan baik di atas trotoar yang sudah terlihat bagus dan di badan jalan milik umum.
” Kita juga telah berupaya memberikan arahan dan menegur PK5 tersebut agar tidak berjualan, namun tetap saja membandal,”ujarnya.
Saat ditanya apakah ada retribusi resmi diterima dari pada PK5 yang berjualan di sepanjang jalan Sei Sikambing, Hotler kembali menegaskan tidak ada. ” Izin untuk PK5 tidak ada pernah diberikan bang, kami tidak tahu itu apakah ada yang mengkoordinir kita juga belum mengetahuinya,”ungkap nya.
Seorang pengguna jalan Udin Lubis saat diwawancarai awak media mengatakan secara umum tentunya pesona kota Medan terkesan kumuh jika dilihat oleh penduduk luar kota Medan apalagi akses jalan Sei Sikambing dilewati banyak orang ke perumahan mewah dan menuju inti kota.
” Kalau dari segi kenyamanan berkendaraan tentunya pasti banyak yang terganggu apalagi tepat dipersimpangan lampu merah. Kota Medan adalah kota terbesar ke empat dan aneh juga ditempat ini (tengah kota) para PK5 masih terlihat berjualan, baiknya diberikan tempat yang tidak menjadi pusat perhatian banyak orang agar wajah kota Medan punya nilai dan pesona kota Medan ASRI kembali muncul,”harapnya kepada pemko Medan.(MR/tim)

