SMP Negeri 2 Tebing Lolos Bebankan 250.000/Siswa Untuk Dana Perpisahan Siswa Kelas IX
METRORAKYAT.COM, KARIMUN – Usai masa Pandemi Covid 19, Kegiatan Perpisahan Siswa Kelas IX SMP Negeri 2 Tebing, menelan biaya hampir Rp 50.000.000 ( Lima Puluh Juta Rupiah) dengan sumber dana dari siswa yang diduga telah disepakati oleh orangtua siswa (Paguyupan Sekolah) dengan jumlah biaya tersebut yang tergolong besar, seakan mencerminkan Negara ini sama sekali tidak pernah dilanda Virus Covid 19, yang menyebkan merosotnya perekonomian secara global.
Salah seorang siswa yang baru saja dinyatakan lulus, (Md) ketika diwawancarai metrorakyat.com Jumat (24/06), mengaku telah membayar uang perpisahan Rp 250.000 dengan dua kali mencicil dikarenakan orang tuanya merasa kesulitan untuk membayar uang sejumlah itu disaat sekarang masa pemulihan ekonomi pasca covid 19.
” Kami dibebankan biaya Rp 250.000/siswa, dalam satu lokal, kami ada empat puluh orang, dan untuk kelas IX kami ada lima kelas. Dengan biaya sebanyak itu sebenarnya orang tua saya tidak mampu, namun karena itu sudah diharuskan, ya saya bayar dua kali cicil, saya bayar Rp 100.000, dan ibu saya membayar Rp 250.000,” ungkapnya
Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Tebing Djulihadiwarti SPd, ketika dikonfirmasi Jumat (24/06) mengatakan, bahwa dirinya mengetahui adanya pemungutan uang dari siswa, sebesar Rp 250.000/Siswa namun Kepsek yang belum lama diberitakan metrorakyat.com tersebut menyarankan untuk mengkonfirmasi langsung kepada pengurus paguyupan. “Itu sudah dirapatkan oleh paguyupan jadi sebaiknya bapak konfirmasi langsung kepada mereka,”ungkapnya.
Mengingat situasi perekonomian yang saat ini sedang pemulihan, sangat jelas, kebijakan yang diduga dilakukan paguyupan sekolah tersebut, mendapat sorotan dari para pegiat media sosial. Salah seorang pemilik akun face book yang enggan diberitakan, sangat menyayangkan adanya pungutan dana sebesar itu untuk acara perpisahan saja. “Wow untuk acara perpisahan saja sampai libatkan siswa diangka 250.000???,”jelasnya..
Bupati Karimun, H DR Aunur Rafiq MSi, ketika ingin dimintai komentarnya lewat telepon selukernya terkait dana perpisahan SMP yang dulunya disebut binaan ini, sefang tidak aktif, demikian juga halnya Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, Sugianto, tidak membalas pesan whatshaap yang telah dilayangkan. (MR/Lamhot)
