Kasat Narkoba Polres Belawan, AKP. Dedi Kurniawan : “Berantas Narkoba Bukan Tugas Polisi Saja, Namun Kita Bersama”.
MetroRakyat.com | MEDAN — Ketika upaya pencegahan penggunaan narkoba serta pemberantasan peredarannya gencar dilakukan, jaringan gembong narkoba pun tak kalah licik mencari jalan untuk menjual barang maksiat itu. Jaringan ini sudah masuk ke semua lini, termasuk meracuni aparat penegak hukum mulai dari oknum aparat Kepolisian, Kejaksaan, hingga hakim. Di lembaga pemasyarakatan, di mana para pelaku dibui, terjadi pula transaksi yang melibatkan oknum aparat di dalamnya. Pesohor pun tak lepas dari incaran jaringan pengedar narkoba. Menyikapi hal tersebut, Kasat Narkoba Polres Belawan, AKP. Dedi Kurniawan kepada MetroRakyat.com di Polres Belawan mengatakan bahwa pemberantasan Narkoba bukanlah tugas Polisi semata, namun menjadi tugas bersama untuk menanggulanginya dan pemberantasannya. “Perhatian dan penanganan masalah ini harus lebih serius, konsisten, dan terkoordinasi. Kita tak bisa hanya mengandalkan Polri dan BNN saja. Seluruh elemen bangsa harus ikut serta melawan narkoba. Kerja Polri dan BNN sebagai institusi yang mempunyai fungsi mengkoordinasikan penanggulangan narkoba, harus didukung institusi lain”, tegas perwira lulusan Akpol ini, Jumat (17/2/2017).

Masih kata Dedi, dukungan terhadap pemberantasan narkoba juga harus dilakukan dalam bentuk menyiapkan masyarakat yang peduli dengan bahaya Narkoba. Masyarakat diminta agar kooperatif memberitahukan kepada Polisi, bahwa bila-bila ada bandar atau pemakai Narkoba di wilayah hukum Belawan. Penegakan hukum juga harus jelas dan tegas. Mengingat korban yang diakibatkan oleh jaringan narkoba ini, maka para pelakunya harus mendapatkan hukuman setimpal. Sejumlah bandar narkoba yang masih menunggu eksekusi malah terbukti masih berani mengkoordinasi peredaran dari dalam penjara. Fakta ini bisa menjadi catatan bahwa hukuman yang selama ini dijatuhkan tak membuat jera.


“Masyarakat harus menjadikan narkoba sebagai musuh bersama. Berbagai kasus membuktikan bahwa sindikat narkoba justru memproduksi dan bersembunyi di permukiman warga. Keluarga tidak cukup melindungi anggotanya dari ancaman dari luar, namun dituntut berperan aktif agar lingkungan sekitar tidak menjadi sarang sindikat narkoba”, pungkas mantan Kasat Reskrim Polres Pakpak Bharat ini. (MR04/Imron).


