Hasil Investigasi Mabes TNI AU Terkait Sari Rejo Diragukan, Karena…

Hasil Investigasi Mabes TNI AU Terkait Sari Rejo Diragukan, Karena…
Bagikan

MetroRakyat.com  |  MEDAN — Hasil investigasi penyerangan dan penganiayaan oknum Paskhas TNI AU Lanud Soewondo terhadap masyarakat dan jurnalis di Sari Rejo, Medan Polonia yang diterbitkan Markas Besar TNI AU sangat diragukan. Untuk itu, semua pihak diminta tidak begitu saja percaya dengan hasil investigasi yang ada pada webiste TNI AU itu. “Kita patut meragukan dan tidak percaya dengan apa yang disampaikan Mabes TNI AU. Karena, hasil investigasi itu terkesan mengada-ngada,” ungkap Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Medan, Agoes Perdana di LBH Medan, Senin (26/9/2016) sore.

Adapun hal yang dinilai janggal dalam website TNI AU itu diantaranya menyangkut jumlah korban dari TNI AU. Mabes TNIAU mengklaim, dari mereka terdapat 11 korban. “Kalau memang ada 11 korban dari TNI AU Lanud Soewondo, itu korbannya siapa saja? Kenapa sejauh ini tidak disampaikan identitasnya,” tegas Agoes.

Terkait jumlah korban dari jurnalis pun, kata dia, juga demikian. Dalam siaran pers yang disampaikan Mabes TNI AU, korban jurnalis hanya dua orang. “Dari hasil pendataan Tim Advokasi Pers Sumut, jurnalis yang menjadi korban kekerasan dan penghalang-halangan peliputan ada 6 orang. Lalu, kenapa dalam hasil investigasi itu hanya dua orang,” ungkap Agoes. (MR/TM).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.