Pria berkostum badut ditangkap, didakwa ‘berperilaku tidak tertib’

Pria berkostum badut ditangkap, didakwa ‘berperilaku tidak tertib’
Bagikan

MetroRakyat.com  |  AMERIKA SERIKAT — Kepolisian negara bagian Kentucky, Amerika Serikat, telah menahan seorang pria berkostum badut yang bersembunyi di sebuah hutan kota. Peristiwa penahanan ini terjadi di tengah laporan adanya aksi massal kehadiran dan pertemuan orang-orang berkostum badut setidaknya di enam negara bagian AS. Jonathan Martin, yang berusia 20 tahun, didakwa mengenakan topeng di tempat umum dan berperilaku tidak tertib di kota Middlesboro, Kentucky.

Dia ditemukan pada Jumat malam dengan mengenakan “kostum badut lengkap” dan berjongkok di antara pohon-pohon di dekat kompleks apartemen, kata polisi. Sejumlah laporan menyebutkan sejumlah orang yang berkostum badut mencoba membujuk anak-anak untuk bermain ke dalam hutan.

Kepolisian memperingatkan bahwa orang-orang yang berkostum badut dapat dipidana melakukan tindak kriminal. “Berkostum badut dan mengemudi, berjalan atau berdiri di tempat umum dapat menciptakan situasi berbahaya bagi Anda dan orang lain,” demikian pernyataan resmi kepolisian di Barbourville, Kentucky, dalam situsnya.

Dia ditemukan pada Jumat malam dengan mengenakan “kostum badut lengkap” dan berjongkok di antara pohon-pohon di dekat kompleks apartemen.

Dugaan adanya pertemuan orang-orang yang berkostum badut telah dilaporkan dalam beberapa pekan terakhir di negara bagian North Carolina, South Carolina, Alabama, Georgia dan Kentucky. Tetapi di tengah informasi seperti itu terjadi serangkaian laporan palsu kepada apara kepolisian dan di media sosial. Aparat kepolisian di Annapolis, Maryland, baru-baru ini menemukan laporan seorang siswa yang ketakutan karena melihat badut dalam perjalanan ke sekolah, tidaklah benar.

Dan, seorang pria berusia 24 tahun didakwa membuat laporan palsu di Winston-Salem, North Carolina, setelah dia mengatakan kepada polisi bahwa seorang badut telah mengetuk jendela. Sementara itu, seorang gadis 11 tahun ditangkap di Athena, Georgia, karena membawa pisau ke sekolah karena dia takut bahwa badut menyerang anak-anak, seperti yang ditulis di media sosial. (BBC/Aga).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.