Tak Semuanya Polisi Itu Dinilai Buruk, Ini Buktinya…

Tak Semuanya Polisi Itu Dinilai Buruk, Ini Buktinya…
Bagikan

MetroRakyat.com  |  MEDAN — Gagah  perkasa, ganteng, keren, dan pemberani, demikianlah pendapat sebagian orang ketika mereka mendengar nama polisi disebut. Namun, di sebalik pujian tersebut ada pula sebagian pihak yang menggambarkan polisi sebagai tukang tilang, kasar, sok pintar, ego dan suka menggertak. Kedua pandangan atau penilaian ini jika disatukan, maka bisa ditarik benang merah bahwa ada dua model polisi yang lahir dan hidup di tanah air kita Indonesia, yaitu model polisi baik dan model polisi jahat. Sedangkan seorang polisi itu dikatakan jahat jika dia “hilang kesadaran” alias melupakan fungsinya yang mulia tadi, yakni sebagai pengayom dan pelindung masyarakat. Bahkan, seperti sering kita baca di media, ada oknum polisi yang kemudian menjadi koruptor, gembong narkoba, bandar judi, tukang pungli, pemeras bule (turis) ataupun perampok bank dan tindakan-tindakan melanggar hukum lainnya.

Bripka Bambang, Personil Gatur Polrestabes Medan menolong seorang ibu yang sekarat akibat kecelakaan lalu lintas di persimpangan jalan Polonia, Medan. Foto ini diambil pada Sabtu, 24/9/2016.

 

Bripka Bambang namanya. Personil Gerakan Pengaturan Lalu Lintas Polrestabes Medan ini sangat baik hati. Pada sore hari dengan teriknya panas matahari sekira pukul 16.00 wib, Bripka Bambang menemui kecelakaan lalu lintas dikawasan persimpangan lampu merah menuju eks. bandara Polonia, Sabtu (24/9/2016). Seorang ibu berinisial S warga keturunan Tionghoa ditabrak sebuah Bus dari belakang motor miliknya. Alhasil, ibu tersebut terjungkal dan menderita kesakitan. Kerumunan orang pun terjadi, dan persis waktu kejadian Bripka Bambang melewati lokasi tersebut dan dengan langkah terburu-buru Bambang mendekati ibu itu dan memapahnya, sembari memberhentikan sebuah mobil untuk membawanya  ke rumah sakit. Dibantu warga, akhirnya ibu yang mengerang kesakitan diduga menderita patah tulang terselamatkan dengan langkah cepat sang Polisi itu, yakni Bambang sendiri.

Bripka Bambang ditemani salah seorang sopir yang turut membantunya menggotong Ibu korban Laka Lantas, Sabtu (24/9/2016).

 

MetroRakyat.com yang kebetulan lewat dari lokasi tersebut  mempertanyakan perihal kejadian ini kepada warga yang menyaksikan peristiwa tersebut. “Untung ada polisi itu pak, kami nggak berani nolongnya. Nanti jadi saksi pula”, ungkap salah seorang warga sekitar. Ucapan warga tersebut akhirnya disahuti Bambang dan mengatakan bahwa tidak perlu menunggu siapapun jika harus menolong orang, apalagi kejadiannya kecelakaan. “Jangan hanya menonton saja kita pak, dan tunggu kami polisi datang. Tapi kita tolonglah dan bawakan ke rumah sakit, lepas saya polisi atau tidak, saya pribadi jika di posisi bapak maka saya akan tolong ibu ini” celoteh Bambang berlalu dan memerintahkan mobil bergerak menuju rumah sakit.

Bripka Bambang ditemani salah seorang sopir yang turut membantunya menggotong Ibu korban Laka Lantas, Sabtu (24/9/2016).

 

Pantauan wartawan di lokasi, sang  pengemudi Bus tersebut berhasil diamankan personil Polresta Medan. Korban yakni ibu tersebut berhasil diselamatkan oleh Bripka Bambang, dan dibawa olehnya menuju salah satu rumah sakit terdekat. (MR/Nelson).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.